Breaking News

Cari artikel di blog ini

Senin, 19 Oktober 2020

Senin, Oktober 19, 2020

Seperti ini tingkat kesulitan dan kebahagian Sandwich Generation

Sumber: Jeda

Kadang merasa lelah saat kita harus hidup juga memikirkan kehidupan orang lain. Itulah yang selalu terjadi pada sandwich generation. 

Generasi sandwich itu memang kerap berada di persimpangan kesulitan antara mereka harus menghidupi dirinya, anaknya hingga orang tuanya sekaligus. 

Tak masalah bila keuangan generasi sandwich ini mapan, lalu bagaimana bila keadaan keuangan mereka nihil juga? Tentu akan menjadi kemiskinan baru. 

Dilansir dari EKRUT diketahui bahwa generasi sandwich ini selain mengalami masalah keuangan, mereka juga kerap mengalami berbagai masalah lain di hidupnya seperti: 

  • Masalah sulitnya mengelola pekerjaan, menemukan hobi hingga waktu untuk diri sendiri
  • Masalah menemukan waktu terbaik dalam menjalani peran sebagai orang tua sekaligus sebagai anak 
  • Sering merasa lelah dan depresi akibat tekanan dari dua generasi ini
Baca juga: "Toxic Positivity" Kata-kata penyemangat yang menyesatkan

Namun meski begitu, ternyata menurut sebuah penelitian yang dilakukan Pew Research Center mengatakan bahwa sekitar 31 persen generasi sandwich mengatakan mereka sangat bahagia dengan hidup mereka dan sekitar 52 persen generasi sandwich juga bilang mereka cukup bahagia. 

Kamu sendiri apakah termasuk generasi sandwich? dan bahagiakah kamu menjalani peran tersebut? 

Sabtu, 10 Oktober 2020

Sabtu, Oktober 10, 2020

Review film I Met a Girl berkisah tentang Pengidap Skizofrenia

Sumber gambar: target scene7


 I Met a Girl

Sebuah film yang diproduksi oleh negara Kanguru, saya pikir awalnya dari menit pertama hingga terakhir film ini akan hadir tanpa makna, di mana tidak ada yang bisa saya pelajari dari film tersebut selain menyesal telah menontonnya. 


Namun ternyata ending dari film ini benar-benar membuat saya terkejut. 


Sebagai orang yang tidak terlalu sering menonton film, dari rating 1-10 bolehlah saya berikan film ini rating 7, sebagai bentuk apresiasi dari kepiawaian penulis cerita dan sutradara menggambar film bergenre romantis komedi ini. 


Tidak terlalu banyak pemeran yang dibutuhkan di film ini, yang paling mencolok di antaranya hanyalah empat orang, yaitu Devon sebagai tokoh utama, Lucy sebagai wanita yang menemukan Devon saat dirinya ingin bunuh diri, Nick sebagai kakak dari Devon dan istri Nick. 

Baca juga: "Toxic Positivity" Kata-kata penyemangat yang menyesatkan


Ketika kamu menonton film ini, mungkin kamu akan pusing bila terlalu serius mengikuti alur filmnya. 


Kenapa? karena di film ini kamu akan selalu dibawa ke dalam alur cerita maju dan mundur, serta ga bisa membedakan apakah ini adegan yang real atau hanya imajinasi. 


Maklum pemeran utama film ini adalah Devon, seseorang yang mengalami penyakit skizofrenia paranoid yang membuatnya selalu merasa insecure, takut, dan terus berhalusinasi. 


Padahal bila kita melihat pada skills Devon, dia itu sangat terampil terutama dalam bidang musik. 


Dia adalah orang yang cerdas, ramah, bawel, periang dan pintar dalam membuat lagu secara dadakan {etdah kaya tahu aja dadakan~} namun kepintarannya itu seolah bias dengan penyakit skizofrenia yang Devon idap sejak kecil. 


Dia bisa mengalami mood yang tiba-tiba berubah. Misalkan pada suatu adegan dimana kakaknya Nick sedang melangsungkan resepsi pernikahannya, Devon  beserta bandnya menyanyikan lagu di pesta pernikahan tersebut. 


Awalnya Devon dengan baik menyanyikan lagu yang ia ciptakan sendiri dan menghibur penonton. 


Hingga akhirnya Devon merasa moodnya buruk secara tiba-tiba dan merasa terancam. 


Ia pun kemudian menyayat pergelangan tangannya dan menghancurkan pesta pernikahan Nick karena sikapnya yang tidak bisa terkendali secara tiba-tiba tersebut. 


Atas kejadian itu, Devon pun dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan. Dari sanalah, orang-orang di sekitar Devon menjauh termasuk rekan satu bandnya yang menganggap bahwa Devon adalah orang gila. 


Memang, bila melihat dari artikel Klikdokter diketahui bahwa kadang pengidap gangguan mental skizofrenia di masyarakat sering dicap sebagai orang gila. Padahal sebenarnya tidak.


Di luar negeri para pengidap penyakit ini dibawa ke rumah singgah seperti rumah sakit jiwa, lalu dia mendapat perawatan dan bimbingan/konseling dari seorang psikolog, yang membantunya untuk meyakinkan mereka bahwa halusinasi itu tidak benar. 


Masalahnya jika seseorang skizofrenia dianggap orang gila, ia tentu akan diasingkan oleh lingkungan bahkan akan membuat penyakitnya semakin buruk. 


Sumber: rogermoore

Beruntungnya Devon saat itu ia memiliki seorang kakak pria yang baik bernama Nick. Nick yang selalu mengurusnya, menemaninya, menyiapkan sarapannya bahkan memegang tangan Devon saat dirinya mandi. 


Lantas kenapa film ini dinamakan I Met A Girl? Karena semua hal yang Devon alami itu biasanya adalah halusinasi, hingga pada akhirnya saat Devon bertemu dengan Lucy, wanita pujaannya itu bukanlah sebuah halusinasi. 


Perjalanan halusinasi dan real inilah yang menjadi titik berat difilm ini, dikisahkan bagaimana Devon berjuang untuk mencoba menemukan kembali kekasih impiannya tersebut. 

Baca juga: Cara mengelola stres di pekerjaan dengan baik


Yang mungkin oleh penonton awalnya dianggap hanya halusinasi. Seperti apa kira-kira kelanjutan filmnya? Kamu bisa coba temukan sendiri dan nikmati keseruan dari film I Met A Girl ini. 


Selamat menonton ya, dan kalau kamu merasa sependapat dengan saya terkait film ini kabari yaa! Cheers~

Minggu, 27 September 2020

Minggu, September 27, 2020

5 Tips menulis artikel SEO Friendly untuk Blogger

Sumber: EKRUT

Seorang blogger harus memahami bagaimana cara membuat SEO yang friendly, termasuk saya juga masih belajar dan terus belajar hingga kini. 

Tulisan SEO friendly tak hanya dapat dinikmati oleh pembaca tetapi juga membantu situs menaikan ratingnya di search engine atau browser. 

Lalu kira-kira bagaimana ya cara menulis SEO friendly? Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat tulisan yang SEO friendly di antaranya: 

1. Menambahkan link ke konten 

Tahukah kamu bahwa artikel yang memiliki link ke dalam tautan situs (internal link) atau ke luar tautan situs (backlink) jadi salah satu ciri artikel SEO Friendly. 

Kenapa ini bisa terjadi? ini dapat membantu robot mesin melakukan crawling atau pengindeksan ke situs tersebut serta menambahkan informasi lain yang berharga bagi pembaca. 

Tidak hanya itu, dengan menambahkan sumber tautan yang kredibel dari sebuah situs, akan membuat situs kamu lebih dipercaya oleh pembaca. 

Sementara backlink dari luar yang mengarah ke situs kamu, akan membantumu berada di peringkat atas Google dan membuat nilai Domain Authority situsmu menjadi lebih baik. 


2. Optimalkan panjang tulisan artikel

Mesin pencari ternyata menyukai situs dengan performa penulisan artikel yang panjang dan berkualitas.  

Dimana artikel yang memiliki 1500 kata akan lebih banyak dioptimalkan oleh mesin pencari ketimbang artikel yang hanya memiliki beberapa ratus kata. 

Hal ini karena artikel yang panjang akan menjawab rasa ingin tahu pembaca, sehingga dengan ulasan yang lengkap pembaca akan lebih lama berada di situs kamu dan pertanyaan mereka akan terjawab. 

Kepuasaan pembaca untuk terus berada di situs dan membaca semua ulasan di artikel tersebut, pada akhirnya akan membuat nilai bounce rate situsmu berada dilevel rendah yang artinya itu bagus. 

Sebab semakin lama mereka berada di situs, semakin banyak mereka betah mencari info. 

3. Konten mudah dibagikan

Tips selanjutnya menulis artikel SEO yang perlu kamu tahu adalah situs harus memiliki fitur membagikan laman ke platform media sosial lainnya, seperti melalui WhatsApp, LinkedIn, Instagram, Twitter, Facebook dan sebagianya. 

Semakin banyak orang atau dirimu sendiri membagikan artikel melalui kanal di atas, maka kemungkinan orang membaca artikel kamu juga semakin banyak. 

Dengan begitu traffic website akan naik dengan banyak kunjungan dari visitor dan itu juga yang membuat peringkat website merangkak naik di SERP. 


4. Tulis konten yang berkualitas 

Dalam membuat artikel sebaiknya kamu tidak hanya berpatokan untuk disukai saja oleh robot mesin pencari. Melainkan juga harus mengutamakan kenyamanan pembaca. 

Apakah mereka merasa puas dengan kualitas tulisanmu? dan apakah mereka terhibur dengan tulisan tersebut?

Perhatikan bahwa mesin pencari sangat menghargai konten yang isinya relevan serta berkualitas tinggi. Tentu biasanya konten seperti ini tidak diciptakan dengan plagiat ya. 

Konten orisinil dan nyaman untuk dibaca oleh audiens. 

5. Tipe judul dan konten listicle lebih baik 

Siapa sangka bahwa konten dan judul dengan format listicle atau memiliki daftar lebih disukai oleh mesin pencari dan audiens. 

Umumnya tulisan listicle ini berisi banyak daftar angka atau bullet. Sementara bila di judul artikel biasanya menggunakan angka. 

Tipe judul dengan format listicle ini dua kali lebih banyak dibagikan oleh pembaca karena menarik, sederhana dan mudah dipahami. 

Contoh artikel dengan judul listicle misalnya,”3 Cara menghasilkan uang dari blog selain adsense”. 

Dengan mengetahui lima tips membuat artikel SEO Friendly di atas, kamu dari sekarang mulai bisa deh mempraktikkan cara di atas, dengan konsisten dan pelan maka situsmu akan lebih baik di mesin pencari. 

Minggu, 20 September 2020

Minggu, September 20, 2020

Cara menghasilkan uang dari blog selain adsense

Sumber: Hipwee

Selain platform YouTube yang banyak digunakan awam untuk mencari uang digital, ternyata platform blog juga masih banyak digandrungi. Pasalnya menurut data dari Tempo menyebutkan bahwa jumlah blogger di Indonesia telah mencapai lebih dari 5 juta orang. 


Itu artinya tren blogging tidak tergantikan meski banyak platform baru bermunculan. Terlebih blog juga menjadi tempat nyaman untuk mengkreasikan ide terutama bagi para penulis. 


Gak cuma sebagai hobi, beberapa blogger profesional yang serius menggarap blognya juga telah sukses mendapatkan uang dari blog. Apalagi setelah Google menghadirkan Google Adsense sebagai salah satu reward bagi para blogger. 


Tapi tunggu dulu, sumber penghasilan dari blogging bukan cuma di google adsense aja lho. Masih ada upaya lain yang bisa dilakukan untuk menghasilkan uang dari blogging ini. Penasaran? Berikut ulasannya. 


Opini tentang Google Adsense di blog

Sumber gambar: Support Google

Adsense memang jadi salah satu prestasi yang bisa dimiliki oleh blogger. Tetapi realitanya pencapaian dari adsense akan seimbang bila trafik di blog juga meningkat. 


Pasalnya konsep pendapatan adsense ini masih mengutamakan penghasilan dari iklan Pay per Click (PPC) di mana kalau blog-nya sepi pembaca, maka bisa jadi pendapatan iklan pun menurun.  


Bisa bayangkan berapa lama kira-kira blog yang hanya memiliki traffic sekitar puluhan orang per harinya, sampai ia bisa menghasilkan saldo adsense minimal Rp 1.300.000 supaya bisa diambil? 


Sebab di blog saya saja, pendapatan dari adsense masih minim dan sulit untuk berkembang. 


Meski begitu, setidaknya dengan adanya adsense bisa menjadi pemecut bagi blogger untuk lebih memperhatikan blognya. Lantas apa saja cara menghasilkan uang selain adsense? 

Baca juga: Jenis Digital Marketing Yang Efektif untuk Perusahaan


Cara mendapatkan uang dari blog selain adsense

Sumber: Ekrut.com

Dikutip dari artikel EKRUT, disebutkan bahwa ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menghasilkan uang dari blog selain adsense di antaranya: 


1. Ikut program affiliate marketing


Apa itu affiliate marketing atau afiliasi marketing? affiliasi marketing adalah suatu cara mendapatkan komisi dengan mempromosikan perusahaan atau produk orang lain. 


Akan tetapi sebelum mendapatkan komisi, kamu harus mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mengikuti program dari affiliasi marketing ini. 


Kemudian setelah mendaftar, baru kamu bisa mulai menulis ulasan tentang suatu produk yang kamu sukai, lalu menyematkan link afiliasi yang didapatkan lewat pendaftaran tadi. 


Komisi dari tiap program affiliasi ini berbeda-beda tergantung dari platform yang dipilih. Namun tampaknya mereka yang mengikuti program affiliasi marketing kebanyakan mengikuti program affiliasi di ranah marketplace. 


Selain itu, satu hal yang perlu kamu ingat bahwa, komisi akan didapatkan seyogyanya ada pembaca yang melakukan pembelian melalui link affiliasi yang kamu bagikan di blog. 


2. Menjual jasa atau layanan 


Kamu jago SEO, content writer, ngoding atau terbiasa bekerja freelance? Maka blog bisa menjadi tempat yang baik bagi kamu menghasilkan duit. 


Kamu bisa memasarkan keahlianmu itu melalui blog lalu mendapatkan klien yang membutuhkan jasamu. 


Akan tetapi sebelum memasarkan jasa begitu saja, ada baiknya ketahui terlebih dahulu rate harga yang dari layananmu, jangan terlalu murah sebab di sini kamu menjual keahliamu. 

Baca juga: Cara Menjadi SEO Specialist dan Trennya di Masa Depan


3. Cara menghasilkan uang dari blog melalui sponsor konten 


Membuat jasa sponsor konten jadi salah satu cara menghasilkan uang dari blog. Kamu bisa membuat konten yang diminta oleh klien, di mana nantinya konten tersebut akan ditampilkan di blog pribadimu. 


Meski begitu ada beberapa persiapan yang harus kamu miliki sebelum terpilih oleh klien melalui program ini di antaranya: 

  • Trafik website harus tinggi

  • DA /PA dipertimbangkan oleh klien

  • Konten juga harus bagus


Biasanya nanti bentuk tulisan dari sponsor konten ini juga akan bernada copywriting yang mengarahkan audiens menuju website klien. 


Selain tiga cara di atas sebenarnya masih ada beberapa cara lagi untuk menghasilkan pundi-pundi uang dari blog, contohnya mengikuti lomba blog dan menjual produk digital seperti template blog premium, software premium dan sebagainya. 


Jadi, tertarik untuk ikut cari duit di blog? 

Minggu, 13 September 2020

Minggu, September 13, 2020

"Toxic Positivity" Kata-kata penyemangat yang menyesatkan

Toxic positivity kerap dianggap baik padahal menyesatkan

Di masa pandemi yang serba sulit ini dimana banyak orang mengalami PHK, pemotongan gaji, hingga dirumahkan tanpa gaji membuat sebagian besar masyarakat mengalami masalah yang serius. 


Mungkin kamu sering mengeluh dengan keadaan kamu ini pada keluarga atau teman, namun bukannya mendapat solusi kamu malah disuruh untuk tetap berpikir positif, mensyukuri keadaan yang kurang beruntung tersebut dengan membandingkan keadaan orang lain yang jauh lebih tidak beruntung. 


Sekilas nasihat itu terdengar melegakan tapi bila kamu terus mengeluh keadaan yang sama dan memang sulit menemukan solusinya. 


Ajakan positive thinking ini hanya akan menguap dan kamu tidak mendapat ketenangan dari itu. Nah itulah biasanya yang dinamakan toxic positivity. 


Lalu apa itu toxic positivity? Dilansir dari Ekrut.com, toxic positivity adalah budaya yang menyarankan kamu untuk selalu melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang positif apapun yang terjadi. 

Baca juga: Cara mengelola stres di pekerjaan dengan baik

Sementara menurut situs healthline.com toxic positivity adalah asumsi positif yang berasal dari diri sendiri atau orang lain untuk selalu berpikir positif, meski mereka mengalami penderitaan emosional dan situasional. 


Dalam pandangan toxic positivity, emosi negatif dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Sementara respon untuk berpikir positif dianggap sebagai sesuatu yang baik. 


Padahal manusia juga harus memiliki pemikiran yang sedikit negative guna mendatangkan respon kewaspadaan mana kala situasi terburuk benar-benar dialami sekaligus oleh kamu dalam situasi itu. 


Selain itu, jika kamu terus mengubur doktrin-doktrin emosi negatif ini maka lambat laun kamu bisa mengalami stres berkepanjangan. 


Beberapa doktrin toxic positivity yang sering kali diucapkan atau dipraktekkan di antaranya: 

  1. Udah jangan dipikiran, stay positive thinking aja". Padahal dari pada seseorang berbicara begitu, lebih baik ia menawarkan solusi yang pasti, contoh "Kamu kenapa? Yuk ngobrol aku dengerin". 
  2. "Udah jangan terlalu khawatir, semangaat ya". Ungkapan ini juga termasuk toxic positivity. Padahal bisa aja seseorang itu bilang, "Aku tahu kamu benar-benar khawatir atau stres, apa kira-kira yang bisa aku lakuin buat ngebantu kamu?"
  3. "Kalau aku bisa ngelakuin itu, pastinya kamu juga bisa". Sadar ga sih kalau ungkapan ini termasuk toxic positivity? Padahal seseorang tersebut sebelum mengucapkan itu harus tahu bahwa kapasitas dan kemampuan tiap orang itu berbeda-beda dan tidak akan selalu sama. 


Lalu gimana sih solusinya saat kamu menerima ungkapan toxic positivity dari orang lain atau bahkan dirimu sendiri? 


Cara terbaik untuk menerima ungkapan toxic positivity itu adalah dengan menerima semua bentuk emosi negatif yang diterima oleh diri kita sendiri apapun bentunya, baik itu kekecewaan, kekesalan, kesedihan, menangis karena semua emosi negatif itu adalah wajar dimiliki oleh setiap manusia. 


Kamu bukanlah robot yang bisa di setting untuk selalu berpikir baik dalam keadaan yang sulit, karena kamu adalah seorang manusia yang memiliki hati untuk mencerna perasaan. 


Jika suatu keadaan mengharuskanmu untuk merunduk sebentar sebagai bentuk tangisan, atau kesedihan. Tak apa lakukan itu, kamu tidak akan dipandang hina karena hal itu. Namun selepas tangisan itu tentunya kamu perlu bergegas mengontrol lagi diri agar bisa tegap dan berani menghadapi masalah. 

Baca juga: Hal penting yang harus kamu tahu tentang Virus Corona

Menerima emosi negatif menjadi bagian dari mencintai diri sendiri lho. 


Oh iya bila kamu tidak mendapat ketenangan dari solusi yang diberikan orang lain karena mereka melakukan toxic positivity, kamu juga bisa melampiaskan emosi negatif itu ke dalam bentuk yang lebih konstruktif seperti menggambar, menulis puisi, atau diary. 

Beberapa platform tersebut bisa menjadi perantara apa yang kamu rasakan selama ini.