Tuesday, January 10, 2017

Sebelas Menit untuk Selamanya (Sebuah Resensi)

Informasi Buku 
Critical Eleven
Writter : Ika Natasa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : Metropop
Tahun Terbit : 2015
Mungkin karena itu aku suka bandara. Even tujuannya hanya tiga huruf CGK,SIN, ORD, TTE, HKG, NRT. Tapi miris jika mengingat aku tidak punya tujuan pulang. Tidak punya orang yang menungguku di rumah. Tidak punya ciuman terakhir sebelum pergi ke bandara. I don't have last call before take off and the first call after landed. (Critival Eleven hal 6)
Setiap pertemuan yang telah direncakan Tuhan akan selalu ada alurnya sendiri, seperti pertemuan Anya seorang manager consultant yang hidup di kota metropolitan. Terbiasa  sendiri dan mandiri setelah kandas hubungan percintaannya beberapa tahun silam. Ketidaksengajaan telah mempertemukan Anya dengan seorang pria bernama Aldebaran Risjad / Ale seorang Petroleum Engineer dalam rute penerbangan Jakarta- Sydney.

Dan Critical Eleven menjadi penentu awal hubungan mereka. Critical Eleven ini di kenal dalam dunia penerbangan, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat- tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing (Critical Eleven hal 16). Sama seperti akumulasi pertemuan keduanya, tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya saling mengenal lewat percakapan yang ringan dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya (kutipan sinopsis).

Setelah pertemuan itu, selang sebulan kemudian Ale yang kebetulan sedang berada di Jakarta menghubungi Anya untuk pertama kalinya dan mengajak makan siang di Ketoprak Ciragil di kawasan Kebayoran Baru Jakarta. Dan lewat komunikasi yang intens selama seminggu, akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran.

Awalnya tidak mudah bagi Anya untuk menerima keberadaan Ale sebagai kekasih karena separuh waktu Ale di habiskan di Rig atau offshore (lepas pantai) dengan siklus pekerjaan  lima minggu di Teluk Meksiko dan lima minggu di Jakarta. Setahun setelah berpacaran, Ale memutuskan untuk melamar Anya saat pagi buta dalam perjalanan menuju bandara.

Tak lama kemudian mereka menikah, seperti kebanyakan pasangan lainnya yang tak akan lengkap keberadaan keluarga kecil tanpa adanya tangisan seorang bayi. Selang tiga tahun setelah itu, Anya hamil. Tetapi kehamilan ini lah awal dari ujian pernikahan mereka.

Critical Eleven mampu menceritakan masa-masa kritis yang di alami oleh Anya dan Ale. Ale seorang pria yang sabar mencoba memahami perubahaan psikis istrinya setelah  keguguran. Meski hanya berplot di antara sisi Ale dan Anya tetapi penulis yakni Ika Natassa pintar membuat emosi dari keduanya seakan nyata. Seolah-olah pembaca berada dalam biduk prahara pernikahan Ale dan Anya.

Bagaimana Ale sebagai sosok suami bisa terus menemani, bertanggung jawab bahkan saat istrinya sendiri seakan-akan tidak mengakui posisinya. Ada banyak pasangan di luar sana yang mungkin mengalami kejadian ini, ada beberapa yang bisa bertahan tapi beberapa juga yang memutuskan untuk bercerai.

Dalam kasus ini seorang istri ibarat  biji kopi  sekelas Phanama Geisha dan Ethiopian Yirgacheffe, yang merupakan biji kopi terbaik dunia (Critical Elven hal. 56).  Ketika suami memilih seorang istri sama halnya seperti memilih biji kopi  terbaik, bukan salah mereka kalau rasanya kurang enak, dan aroma khasnya tidak keluar. Salah kita (suami) yang belum bisa melakukan yang terbaik sehingga mereka juga menunjukan yang terbaik buat kita (Critical Eleven hal. 56).

Novel ini menyimpan banyak pelajaran bagi pasangan yang akan atau telah menikah.Kadang yang terbayang setelah menikah adalah kebahagian, honeymoon (bulan madu) padahal akan ada banyak masalah-masalah yang tidak terduga bisa terjadi. Sosok seorang wanita yang  penuh drama (inginnya a tetapi sikapnya b) di tunjukkan secara jelas oleh Anya. Beberapa mungkin akan jengkel dengan membaca karakternya di buku ini. Tetapi kehadiran Anya itu sempurna dengan adanya Ale yang bisa membuat semuanya menjadi lebih natural dan tidak perlu di pertanyakan.

Meski novel ini bergenre Metropop tapi penulis menyelipkan kesan islami juga dalam beberapa bagian yang lumayan memberi knowledge (ilmu pengetahuan ) buat pembaca. Di balik kisahnya yang bercerita tentang kehidupan rumah tangga tetapi novel ini tidak setegang apa yang di pikirkan, kadang ada beberapa bagian yang bisa membuat kamu mesem mesem sendiri, there is little sense comedy (ada unsur humornya). Hanya saja mungkin ada banyak monolog yang penulis tulis dalam bahasa Inggris yang jumlah lumayan banyak. Bagi mereka yang bisa mengerti bahasa Inggris secara fasih pasti lebih mudah memahaminya, hanya saja  buat orang-orang yang engga begitu familiar dengan bahasa Inggris rasanya uncomfort (kurang nyaman) juga.

Oh iya, kabarnya novel ini akan segera di filmkan dan mungkin sekarang sedang proses penggodogan skrip. Di isukan pemeran utamanya Reza Rahardian dan Adinia Wirasti. Baiklah, saya kira ini adalah perpaduan aktor dan aktris terbaik. Yang di harapakan bisa memberikan karya film terbaik juga. Aku berharap di film ini akan banyak kejutan, ringan untuk di tonton serta menghibur.

Akhirnya dengan semua kelemahan dan kelebihan yang sudah saya sebutkan diatas, saya merekomendasikan novel ini untuk di baca dan  membuat saya merasa tertantang untuk menemukan novel dengan genre yang serupa dan lebih menginspiratif.




Monday, January 9, 2017

Lebih dari Sekedar Panggilan Jiwa


Di zaman modern ini banyak bermunculan berbagai macam media massa demi menunjang informasi yang berlimpah. Media itu antara lain koran, televisi, radio bahkan yang sekarang ini banyak menyita perhatian adalah internet. Keberlimpahan informasi ini dimanfaatkan sekaligus disalahgunakan oleh sebagian orang. Beberapa di antaranya membuat media dengan konten berita hoax (berita bohong).

Berita hoax inilah yang banyak menyita perhatian masyarakat sehingga menjadi sulit membedakan mana berita yang valid dan berita yang fitnah. Jurnalis sebagai ujung tombak dalam penyebaran informasi memiliki posisi sentral. Di mana di dalam benak seorang jurnalis harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Sekaligus sebagai pengklarifikasi atau media pembenaran dari berita-berita hoax yang telah tersebar tersebut.

Tugas seorang jurnalis itu hampir sama seperti seorang pendakwah. Hanya saja pendakwah itu fasih menyampaikan kebenaran secara lisan sedangkan jurnalis fasih menyampaikan kebenaran secara tulisan. Para jurnalis bisa menyampaikan tiap bait kebenaran, realita serta fakta dalam satu informasi. Mereka adalah orang-orang yang dipercaya mengemban tugas itu.

Kritis, idealis serta tidak memihak adalah sikap yang harus dimiliki seorang jurnalis. Mereka menjadi bagian penting dalam momentum bersejarah negeri ini. Mereka mengenal banyak orang-orang penting serta bisa masuk dalam berbagai elemen masyarakat, bahkan mereka bisa pergi ke mana pun untuk berlibur sekaligus bekerja itu lah beberapa bonus dari pekerjaan sebagai seorang jurnalis.

Bagi saya, menjadi seorang jurnalis adalah mimpi yang harus diperjuangkan setelah mengetahui banyak tentang bidang ini selama. Keprihatinan yang besar yang memanggil saya untuk segera terjun bebas masuk ke dalam ranah jurnalisme. Menyaksikan kebingungan dan ambiguitas berita yang kehilangan jiwa seakan memanggil-manggil saya untuk turut serta memperbaikinya.

Menjadi bagian dalam peristiwa penting negeri ini adalah segelintir dari bonus sekaligus dedikasi tertinggi yang bisa saya berikan untuk negeri ini. Hanya di bidang inilah saya percaya dapat berganti peran yang kadang-kadang sebagai pengkritisi, pengamat ekonomi, pengamat politik, ilmuwan, penulis bahkan sejarawan. Ada terselip harapan bahwa dengan menjadi jurnalis sekaligus penulis, saya berharap bisa seperti Jalaludin Rumi yang terkenal lewat syair syair nya yang mistis dan fenomenal. Karena jika gajah saja mati meniggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Maka, manusia meninggal harus meninggalkan karya.

Monday, January 2, 2017

List Lagu Barat yang Bisa Bikin Kamu Mendadak Unmood.

Selamat sore reader, pada kesempatan sore hari ini sambil di temani hujan atau mungin cuaca yang agak mendung. Pas banget kalau kita mendengarkan lagu yang mellow atau buat kamu yang berhubung di tahun baru ini baru aja putus dari pacarmu ada beberapa lagu yang bisa jadi menyentuh kembali emosimu.

Apa aja sih? inilah daftar empat lagu yang ngenez banget.  Galau gila, kalo kalian dengerin lagu-lagu ini. Bukan hanya karena nada-nadanya tetapi dari lirik nya yang dalam banget.

  • Lagu pertama dari Gnash ; Olivia O'Brein, dengan judul I hate you, I love you. Bagian lirik yang sedih dari lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menduakan cintanya, dimana si perempuan tidak bisa menjadi perempuan lain. Disatu sisi perempuan ini membenci tapi disisi lain dia juga masih mencintai kekasihnya. 
I hate you I love,I hate that I love you
Don't want to but I can't put
Nobody else above you
I hate you I love you, I hate that I want you
You want her, you need her And I'll never be her.
all alone I watch you watch her
like she's the only girl you've ever seen
you don't care you never did
you don't give a damn about me
How is it you never notice
That's you are slowly killing me 
  • Lagu kedua dari lagu yang di aransemen oleh Jasmine Thompson dengan judul I Try. Inti dari liriknya menceritakan tentang seseorang yang mencoba untuk move on dari kekasihnya tetapi dia selalu tertahan dan tersandung, dia seperti terpenjara dalam cinta kepada kekasihnya.
I believe that fate has brought us here
and we should be together but we're not
I try to say good bye and I choke
Try to walk away and I stumble
tought I try to hide it it's clear
my world scumble you are not here
I may appear to be free
But I am just a prisoner of your love
and I may seem all right and smile when you leave
but my smiles are just a front
just a front.

  •  Lagu yang ketiga dari Katy Perry dengan judul The one that got away. Lagu ini menceritakan tentang seorang wanita yang mencintai pacarnya sejak masa sma. Tetapi mereka tidak bisa hidup bersama karena si pria yang meninggal. 
And in another life, I would be your girl
We keep all our promises, Be us against the world
And in another life, I would make you stay
So I don't have to say
you were the one that got away
The one that got away.

  • Lagu terakhir adalah dari Tony Braxton dengan judul unbreak my heart. Dari awal intro lagu ini udah bikin lumer banget, ngedadak kamu bisa unmood. 
Don't leave me in all this pain
Don't leave me out in the rain
Come back and bring back my smile
Come and take these tears away
I need your arm to hold me now
The night are so unkind
Bring back those nights when I held you beside me
Unbreak my heart
say you'll love me again
Undo this hurt you caused


Materi di Buku Panduan TK yang Tak Layak

Sore hari pada tanggal 25 Desember 2016, keponakan saya yang masih bersekolah TK menanyakan sebuah soal yang terdapat di buku panduannya atau bagi saya itu seperti LKS. Begitu saya baca soalnya cukup membuat kaget, pasalnya soal itu menanyakan tentang  seberapa lama biji jagung, kacang, kacang hijau dan  padi tumbuh.

Jujur saya sendiri bingung harus memberi jawaban apa, di tebak takut nantinya menjadi kesalahan yg akan terus di bawanya sampai dewasa, tidak di jawab malu juga. Dari sana saya mulai heran, kenapa bisa anak TK yang separuh jam belajarnya harusnya diisi dengan  bermain dan bernyanyi, ternyata terselip soal yang menyulitkan seperti itu. Harusnya soal itu di berikan kepada anak-anak SD kelas 4/5 an yang sudah belajar tentang ilmu IPA dan materi tentang mengamati.

Untungnya soal itu memang tidak di perintahkan oleh gurunya untuk di isi dan maksud dari keponakan saya hanyalah sekedar ingin tahu jawabannya saja. Dari sana, saya penasaran dengan buku panduan yang dia punya. Akhirnya saya memeriksa dua buah buku panduan TK nya. Dan lagi-lagi ada beberapa instruksi pelajaran di buku tersebut yang sangat tidak layak untuk di ajarkan. 
Pada gambar diatas kita bisa melihat ada  sub judul Norma Agama dan Moral, dan pada buku itu di intruksikan kepada guru untuk mengajak anak-anak memanjat pohon. Bukankah itu tidak ada korelasinya dengan norma agama dan moral? lalu bagaimana jika anak-anak tersebut jatuh dari pohon? Suatu pelajaran yang sangat berbahaya.  

Terakhir pada materi di sub judul motorik kasar  mengintruksikan kepada anak-anak untuk menaiki kursi atau tangga lalu meloncat dari atas. Dengan adanya kejadian ini saya menjadi hawatir dengan kualitas pendidikan kita, semua kekurangan materi diatas adalah murni kesalahan dari penerbitnya atau pada kurikulum pendidikan yang kita miliki? Meskipun contoh- contoh materi yang keliru tersebut tidak di ajarkan (red-diterapkan) tetapi ada baiknya jika buku yang tidak memiliki standar layak tersebut untuk tidak digunakan atau memberi saran kepada penerbitnya untuk memperbaiki isi dari bukunya.
Dari sana saya jadi menyadari pentingnya orangtua menemani anak-anaknya dalam belajar. Tidak hanya untuk mengajarkan tetapi ikut serta memperhatikan asupan ilmu yang terdapat dalam buku panduan mereka. Pun jika ada kesalahan, ada baiknya orangtua menyampaikan kekurangan buku tersebut kepada guru yang selanjutnya guru di harapkan bisa memberikan saran kepada penerbit untuk memperbaiki materinya. 

Pada akhirnya jika ingin pendidikan kita lebih baik, maka semua pihak harus ikut terlibat memperbaiki. :)