Sunday, December 18, 2016

Warung Pinggiran yang tak semewah Minimarket


Balada obrolan ibu dan anak tadi pagi: 
Emih : Mih udah ga sanggup lagi jualan, udah waktunya di terusin sama yang muda. Tapi kalo sepi begini yang muda juga kagak mau nungguinnya. 
Saya: Iyah, meskipun sepi seengganya dagangan mah tetep harus rapi, bersih mih, kali aja narik pembeli. Meskipun yang nunggu udah tua tapi harus kudu berjiwa muda, iah begini harus keliatan rapi biar seengganya pikiran ga tambah  ruwet liat dagangan. 
Emih : Udah ga ada laku-lakunya sekarang dagang, barang banyak yang abis tanggal (kadaluarsa) apalagi kalo ngeliat saingan yang makin hari makin banyak.  
Saya : Iah yagh mih, banyak yang udah baheula dagangan tuh, beda sama dagangan-dagangan di minimarket. 
Emih : Beberapa tahun ke belakang mah dagang teh resep (laris) sekarang ko jadi sepi begini.  
 Saya pun hanya bisa mendengarkan segala keluh kesahnya tentang menurunnya omset penjualan lalu melanjutkan beres- beres barang dagangan. 

Banyak sekali perubahan 10 tahun kebelakang ini, apalagi bagi pelaku usaha kecil seperti warung kecil di pinggiran jalan yg sekarang tidak banyak di lirik oleh masyarkat karena keberadaan alf** dan ind** yang lebih bagus dalam penataan produk, kelengkapan  dan lebih terkini. Hanya saja, masyarakat tidak menyadari kadang waralaba seperti itulah yang menjual barang lebih mahal di banding barang - barang yang dijual di pasaran atau hanya di warung kecil.

Dengan adanya 4 toko alf** dan ind** dalam satu kecamatan cukup untuk membuat terseok-seok usaha kecil seperti itu, apalagi persaingan tidak hanya terjadi dengan mereka tetapi juga dengan agen distirbutor dan warung kecil lainnya yang kini hampir setiap rumah membuka usaha.

Iah produk yang di sediakan di warung kecil outmoded (kuno) seperti keberadaan sabun batangan yang biasa di pajang di etalase, kebanyakan masyarakat atau para gadis tentu lebih memilih sabun cair dengan berbagai varian wangi yang banyak macamnya bahkan mudah di gunakan. 


Produk lainnya Krating**, ku** bi**, extra j**, hema*** sachet hanya sekedar pajangan semata tak lebih dari sunah untuk melengkapi space etalase yang dianggap kosong. Tingkat jual produk itu telah menurun sejak adanya minuman berenergi dalam bentuk kaleng /botol plastik  atau di gantikan oleh keberadaan teh manis kemasan.


Produk sabun colek yang jika kamu tanya ke toko kecil mungkin hanya satu dua yang masih menjual karena tergantikan dgn sun*** atau mama le***. Bahkan keberadaan teh botol sos** atau bahkan co* c** botol yang sekarang ini hanya di perjualbelikan di warung baso. Jangan tanya tentang kehadiran produk teh ko*ak, sudah lenyap dari sejak lama. 


Perabotan rumah tangga seperti kompor yang kini telah tergantikan dengan keberadaan kompor gas, warung nasi /warteg  yang hampir tergantikan oleh rumah makan pad** atau produk franchise spt kf**, hok** pun dengan warung kopi di pinggir jalan yang mungkin akan tergerus dengan berdirinya kafe- kafe kopi modern yang lebih bersih, dan nyaman tempatnya. 


Apalagi jika menelisik lebih dalam dengan keberadaan toko baju di pasar tradisional yang mungkin laku hanya sekedar lebaran itupun pembelinya masyarakat menengah ke bawah. Saya rasa mereka setiap harinya membukalapak hanya sekedar rutinitas semata dan merecovery semangat mereka hanya untuk mendapatkan sedikit rejeki yang sekarang ini telah banyak di ambil bagiannya oleh mall atau bahkan toko online.


Kita lihat nanti 10, 20 bahkan 50 tahun lg semua itu mungkin akan terbaharui yang outmoded akan semakin tergerus bahkan tiada. 
Tidak banyak saran yang bisa saya utarakan hanya saja jika di rasa perekonomian Indonesia sedang maju sekarang, maka keadilan akan usaha kecil yang bahkan sebelum adanya pemerintahan baru ini bisa lebih di perhatikan. 

Dengan cara keberaadaan waralaba besar yang tersebar di seluruh Indonesia sedikit di tekan. Dan memberi waktu, ruang untuk pegiat usaha kecil ini merecovery sesuai dengan perubahan zaman yang ada bahkan mempromosikan kepada masyarakat untuk berbelanja ke usaha kecil (warung pinggiran).

Karena, semakin modern orang, semakin dia banyak berubah.
#refleksi terhadap perubahan zaman. 


Semoga bermanfaat.

Saturday, December 17, 2016

Lirik - I Try - Jasmine Thompson di populerkan oleh Macy Gray


Written by : Jeremy Ruzzumna/ Macy Gray/ Jinsoo Lim/ Dave Wilder
Games changes and fears 
When will they go from here
When will they stop 
I believe that fate has brought us here
And we should be together babe 
But we're not

I play it off but I dreaming of you
And I'll keep cool but I'm fiending 
I try to say goodbye and I choke
Try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Goodbye and I choke
I try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

I may appear to be free
But I'm just a prisoner of your love 
And I may seem all right and smile when you leave 
But my smiles are just a front 
just a front oh

I play it off but I dreaming of you
And I'll keep cool but I'm fiending 
I try to say goodbye and I choke
Try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Goodbye and I choke
I try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Goodbye and I choke
I try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Lirik - Run Run Run - John Legend & Kelly Clarkson


Writtern by : David Jost/Joacim Persson/ Ry Cuming/ Time James/ Antonina Armato

I wonder how your body tastes
Inside off someone else's place 
Pull away your eyes
There's nothing left to heal
I am alone but I know everything you feel

And you waited on the rain 
Through tears my heart is caged 
And we fall through fate 
And we rise and rise again 
And  I run run run run run
And I run run run run run
I run run run run run
I just run run run

Tell me how you closed the door 
knowing nobody could love you more 
Telling all your friends that this love was just made for bleeding
Hung up underwater but still we keep on trying on the breath in

And you waited on the rain 
Through tears my heart is caged 
And we fall through fate 
And we rise and rise agian 
And  I run run run run run
And I run run run run run
I run run run run run
I just run run run

Our lust for fighting 
Tied up in silence 

And you waited on the rain 
Through tears my heart is caged 
And we fall through fate 
And we rise and rise again 
And  I run run run run run
And I run run run run run
I run run run run run run
I run run run run run run
I run run run run run 
I run run run run run
I just run run run
Our lust is for fighting
Tied up in silence 




Pake lagi kamera analog yuk, !

Setelah lama tidak memegang kamera, tangannya saya akhirnya rindu untuk menjamah mereka. Ada dua kamera yang saya miliki dengan type yang berbeda. Kamera pertama yakni kamera analog FujiFilm yang dimiliki sejak masa SMP dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik. Dan kamera kedua, dimiliki atas kebaikan ibu saya yakni kamera dslr Canon EOS 1100 D.
Berikut spesifikasi dari 2 kamera tersebut

Kamera Analog
Nama : Fujifilm Xpose
Ukuran : 11cm x 7 cm
Film : Klise 135 mm
Warna : Silver

Kamera Digital Dslr Canon Eos 1100D
Nama : Kamera Canon Eos 1100D
Ukuran : 12.99x 9.97 x 7.79 cm
Warna : Hitam
Berat (kg) : 3

Itulah sedikit tentang spesifikasi dari 2 kamera tersebut, tentunya jika melihat dari spesifikasi yang bisa kamu temui di internet, kamera canon lebih menang banyak dibanding dengan kamera analog fujifilm. Hanya tidak ada salahnya buat kalian yang masih mempunyai kamera analog untuk kembali menggunakan kameramu. Karena kalau saya sendiri merasa rindu untuk mencoba sesuatu yang manual, secara kalau kamera analog kan apa-apa ga seinstan kamera digital.

Dan tiap kali mau motret pake kamera analog harus benar-benar di pikirkan tentang hasilnya. Terlebih karena hasil dari kamera analog tidak bisa di prediksi dan keterbatasan film yang hanya bisa memotret maksimali 36 shot aja.
Tapi, meski begitu ada beberapa keunggulan dari kamera analog, yaitu  :

  • Harus lebih memerhatikan tentang cahaya, flash dan juga model subjek yang di photo. 
  • Resolusi gambar dari kamera analog yang sudah di cetak akan menghasilkan gambar yang bisa bertahan lama di banding hasil kamera digital, karena proses pencetakan dari kamera analog yang ga mudah. 
  • Menghasilkan gambar dengan cahaya yang lebih tajam dalam hal ini apa adanya. 
  • Lebih menegangkan ketika menunggu hasil cetaknya. Karena banyak kejutan yang ga di sangka. Kalau ngasal ngambil gambar, maka hasilnya pun akan buruk. 
  • Menuntut kreativitas,insting dan efesiensi pemotret, karena dengan slot memory yang terbatas mewajibkan pemotret memiliki banyak pengalaman dalam photography sehingga tidak banyak hasil yang jelek.
  • Tidak perlu takut kehabisan batrei, karena menggunakan batrei ABC A4 yang banyak di jual di warung. 
  • Kamera lebih ringan di bawa kemanapun.
  • Bahan dari kamera analog lebih tahan lama dan beberapa kamera analog anti jamur sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. 
  • Antiq. 
Hanya saja kerinduan saya untuk bisa melatih skill dalam menggunakan kamera analog ini terhambat dengan keberadaan film (klise) yang terbatas bahkan sangat jarang sekali toko kamera menjual film di pasaran. Kalau ada pun harganya mungkin sekitar 50 ribuan itu pun harus lewat online. Dan proses pencetakan kamera analog yang tidak mudah, harus menggunakan bahan kimia dan alat-alat yang di perlukan.

Meski dengan keterbatasan kamera analog tersebut, semakin membuat penasaran untuk mencoba bahkan mengenalkan kamera ini kepada generasi kecil sekarang ini. Karena yang mereka tau jenis kamera hanya 3 mungkin, kamera digital pocket, kamera dslr dan kamera hape. 
Jadi, tunggu apa lagi use your old camera and show your skill. ;)