Sunday, December 18, 2016

Warung Pinggiran yang tak semewah Minimarket


Balada obrolan ibu dan anak tadi pagi: 
Emih : Mih udah ga sanggup lagi jualan, udah waktunya di terusin sama yang muda. Tapi kalo sepi begini yang muda juga kagak mau nungguinnya. 
Saya: Iyah, meskipun sepi seengganya dagangan mah tetep harus rapi, bersih mih, kali aja narik pembeli. Meskipun yang nunggu udah tua tapi harus kudu berjiwa muda, iah begini harus keliatan rapi biar seengganya pikiran ga tambah  ruwet liat dagangan. 
Emih : Udah ga ada laku-lakunya sekarang dagang, barang banyak yang abis tanggal (kadaluarsa) apalagi kalo ngeliat saingan yang makin hari makin banyak.  
Saya : Iah yagh mih, banyak yang udah baheula dagangan tuh, beda sama dagangan-dagangan di minimarket. 
Emih : Beberapa tahun ke belakang mah dagang teh resep (laris) sekarang ko jadi sepi begini.  
 Saya pun hanya bisa mendengarkan segala keluh kesahnya tentang menurunnya omset penjualan lalu melanjutkan beres- beres barang dagangan. 

Banyak sekali perubahan 10 tahun kebelakang ini, apalagi bagi pelaku usaha kecil seperti warung kecil di pinggiran jalan yg sekarang tidak banyak di lirik oleh masyarkat karena keberadaan alf** dan ind** yang lebih bagus dalam penataan produk, kelengkapan  dan lebih terkini. Hanya saja, masyarakat tidak menyadari kadang waralaba seperti itulah yang menjual barang lebih mahal di banding barang - barang yang dijual di pasaran atau hanya di warung kecil.

Dengan adanya 4 toko alf** dan ind** dalam satu kecamatan cukup untuk membuat terseok-seok usaha kecil seperti itu, apalagi persaingan tidak hanya terjadi dengan mereka tetapi juga dengan agen distirbutor dan warung kecil lainnya yang kini hampir setiap rumah membuka usaha.

Iah produk yang di sediakan di warung kecil outmoded (kuno) seperti keberadaan sabun batangan yang biasa di pajang di etalase, kebanyakan masyarakat atau para gadis tentu lebih memilih sabun cair dengan berbagai varian wangi yang banyak macamnya bahkan mudah di gunakan. 


Produk lainnya Krating**, ku** bi**, extra j**, hema*** sachet hanya sekedar pajangan semata tak lebih dari sunah untuk melengkapi space etalase yang dianggap kosong. Tingkat jual produk itu telah menurun sejak adanya minuman berenergi dalam bentuk kaleng /botol plastik  atau di gantikan oleh keberadaan teh manis kemasan.


Produk sabun colek yang jika kamu tanya ke toko kecil mungkin hanya satu dua yang masih menjual karena tergantikan dgn sun*** atau mama le***. Bahkan keberadaan teh botol sos** atau bahkan co* c** botol yang sekarang ini hanya di perjualbelikan di warung baso. Jangan tanya tentang kehadiran produk teh ko*ak, sudah lenyap dari sejak lama. 


Perabotan rumah tangga seperti kompor yang kini telah tergantikan dengan keberadaan kompor gas, warung nasi /warteg  yang hampir tergantikan oleh rumah makan pad** atau produk franchise spt kf**, hok** pun dengan warung kopi di pinggir jalan yang mungkin akan tergerus dengan berdirinya kafe- kafe kopi modern yang lebih bersih, dan nyaman tempatnya. 


Apalagi jika menelisik lebih dalam dengan keberadaan toko baju di pasar tradisional yang mungkin laku hanya sekedar lebaran itupun pembelinya masyarakat menengah ke bawah. Saya rasa mereka setiap harinya membukalapak hanya sekedar rutinitas semata dan merecovery semangat mereka hanya untuk mendapatkan sedikit rejeki yang sekarang ini telah banyak di ambil bagiannya oleh mall atau bahkan toko online.


Kita lihat nanti 10, 20 bahkan 50 tahun lg semua itu mungkin akan terbaharui yang outmoded akan semakin tergerus bahkan tiada. 
Tidak banyak saran yang bisa saya utarakan hanya saja jika di rasa perekonomian Indonesia sedang maju sekarang, maka keadilan akan usaha kecil yang bahkan sebelum adanya pemerintahan baru ini bisa lebih di perhatikan. 

Dengan cara keberaadaan waralaba besar yang tersebar di seluruh Indonesia sedikit di tekan. Dan memberi waktu, ruang untuk pegiat usaha kecil ini merecovery sesuai dengan perubahan zaman yang ada bahkan mempromosikan kepada masyarakat untuk berbelanja ke usaha kecil (warung pinggiran).

Karena, semakin modern orang, semakin dia banyak berubah.
#refleksi terhadap perubahan zaman. 


Semoga bermanfaat.

Saturday, December 17, 2016

Lirik - I Try - Jasmine Thompson di populerkan oleh Macy Gray


Written by : Jeremy Ruzzumna/ Macy Gray/ Jinsoo Lim/ Dave Wilder
Games changes and fears 
When will they go from here
When will they stop 
I believe that fate has brought us here
And we should be together babe 
But we're not

I play it off but I dreaming of you
And I'll keep cool but I'm fiending 
I try to say goodbye and I choke
Try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Goodbye and I choke
I try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

I may appear to be free
But I'm just a prisoner of your love 
And I may seem all right and smile when you leave 
But my smiles are just a front 
just a front oh

I play it off but I dreaming of you
And I'll keep cool but I'm fiending 
I try to say goodbye and I choke
Try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Goodbye and I choke
I try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Goodbye and I choke
I try to walk away and I stumble 
Though I try to hide it it's clear
My world crumbles when you are not here

Lirik - Run Run Run - John Legend & Kelly Clarkson


Writtern by : David Jost/Joacim Persson/ Ry Cuming/ Time James/ Antonina Armato

I wonder how your body tastes
Inside off someone else's place 
Pull away your eyes
There's nothing left to heal
I am alone but I know everything you feel

And you waited on the rain 
Through tears my heart is caged 
And we fall through fate 
And we rise and rise again 
And  I run run run run run
And I run run run run run
I run run run run run
I just run run run

Tell me how you closed the door 
knowing nobody could love you more 
Telling all your friends that this love was just made for bleeding
Hung up underwater but still we keep on trying on the breath in

And you waited on the rain 
Through tears my heart is caged 
And we fall through fate 
And we rise and rise agian 
And  I run run run run run
And I run run run run run
I run run run run run
I just run run run

Our lust for fighting 
Tied up in silence 

And you waited on the rain 
Through tears my heart is caged 
And we fall through fate 
And we rise and rise again 
And  I run run run run run
And I run run run run run
I run run run run run run
I run run run run run run
I run run run run run 
I run run run run run
I just run run run
Our lust is for fighting
Tied up in silence 




Pake lagi kamera analog yuk, !

Setelah lama tidak memegang kamera, tangannya saya akhirnya rindu untuk menjamah mereka. Ada dua kamera yang saya miliki dengan type yang berbeda. Kamera pertama yakni kamera analog FujiFilm yang dimiliki sejak masa SMP dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik. Dan kamera kedua, dimiliki atas kebaikan ibu saya yakni kamera dslr Canon EOS 1100 D.
Berikut spesifikasi dari 2 kamera tersebut

Kamera Analog
Nama : Fujifilm Xpose
Ukuran : 11cm x 7 cm
Film : Klise 135 mm
Warna : Silver

Kamera Digital Dslr Canon Eos 1100D
Nama : Kamera Canon Eos 1100D
Ukuran : 12.99x 9.97 x 7.79 cm
Warna : Hitam
Berat (kg) : 3

Itulah sedikit tentang spesifikasi dari 2 kamera tersebut, tentunya jika melihat dari spesifikasi yang bisa kamu temui di internet, kamera canon lebih menang banyak dibanding dengan kamera analog fujifilm. Hanya tidak ada salahnya buat kalian yang masih mempunyai kamera analog untuk kembali menggunakan kameramu. Karena kalau saya sendiri merasa rindu untuk mencoba sesuatu yang manual, secara kalau kamera analog kan apa-apa ga seinstan kamera digital.

Dan tiap kali mau motret pake kamera analog harus benar-benar di pikirkan tentang hasilnya. Terlebih karena hasil dari kamera analog tidak bisa di prediksi dan keterbatasan film yang hanya bisa memotret maksimali 36 shot aja.
Tapi, meski begitu ada beberapa keunggulan dari kamera analog, yaitu  :

  • Harus lebih memerhatikan tentang cahaya, flash dan juga model subjek yang di photo. 
  • Resolusi gambar dari kamera analog yang sudah di cetak akan menghasilkan gambar yang bisa bertahan lama di banding hasil kamera digital, karena proses pencetakan dari kamera analog yang ga mudah. 
  • Menghasilkan gambar dengan cahaya yang lebih tajam dalam hal ini apa adanya. 
  • Lebih menegangkan ketika menunggu hasil cetaknya. Karena banyak kejutan yang ga di sangka. Kalau ngasal ngambil gambar, maka hasilnya pun akan buruk. 
  • Menuntut kreativitas,insting dan efesiensi pemotret, karena dengan slot memory yang terbatas mewajibkan pemotret memiliki banyak pengalaman dalam photography sehingga tidak banyak hasil yang jelek.
  • Tidak perlu takut kehabisan batrei, karena menggunakan batrei ABC A4 yang banyak di jual di warung. 
  • Kamera lebih ringan di bawa kemanapun.
  • Bahan dari kamera analog lebih tahan lama dan beberapa kamera analog anti jamur sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. 
  • Antiq. 
Hanya saja kerinduan saya untuk bisa melatih skill dalam menggunakan kamera analog ini terhambat dengan keberadaan film (klise) yang terbatas bahkan sangat jarang sekali toko kamera menjual film di pasaran. Kalau ada pun harganya mungkin sekitar 50 ribuan itu pun harus lewat online. Dan proses pencetakan kamera analog yang tidak mudah, harus menggunakan bahan kimia dan alat-alat yang di perlukan.

Meski dengan keterbatasan kamera analog tersebut, semakin membuat penasaran untuk mencoba bahkan mengenalkan kamera ini kepada generasi kecil sekarang ini. Karena yang mereka tau jenis kamera hanya 3 mungkin, kamera digital pocket, kamera dslr dan kamera hape. 
Jadi, tunggu apa lagi use your old camera and show your skill. ;)

Monday, November 14, 2016

FOKUS


Photo ini diambil saat penggalangan dana Himmaka Bandung di Jalan Soekarno Hatta Bandung pada 27 April 2013. Dengan F / 7.1. Exposure Time 1/13 sec. ISO 200. Mattering Mode : Pattern. 

Wednesday, November 9, 2016

Fatamorgana Penguasa Politik di Media Massa

Artikel tentang media yang di publish di kolom Mimbar Akademik Koran Pikiran Rakyat pada 13 Juli 2013

Menurut anda, media apa yang sekarang ini sangat dekat dengan kita? Radiokah, televisi, koran atau internet? Melihat perkembangan zaman sekarang semua media bisa menjadi sangat dekat dan sangat mudah di jangkau oleh setiap pemirsanya. Ini yang kemudian menjadi salah satu penyebab banyaknya orang beralih bisnis pada media massa. Lalu dari semua media di Indonesia tahukan anda berapa jumlahnya?

Dikutip dari laman berita IANN News (Indonesia Archipelago National Network News) pada 29 Mei 2013 bahwa jumlah media massa di Indonesia selama kurun waktu sepuluh tahun ke belakang dari 2010 sudah berjumlah 2000 media massa. Yang terdiri dari 1000 media cetak di seluruh Indonesia, 250 media televisi baik lokal ataupun nasional dan 750 gelombang radio. Dan itu belum lagi di tambah dengan media massa internet yang kini ada.
 
Jelas, sejak di bukakannya keran reformasi pada tahun 1999 oleh presiden ketiga Indonesia. Perkembangan media massa sangat menjamur seperti di musim hujan. Dan setiap tahunnya terus mengalami penambahan. Ini terjadi karena setiap pemilik modal terkadang melakukan konglomerasi media. Dimana mereka memiliki media lebih dari satu jenis. Mereka melakukan konvergensi media pada bisnisnya. 

Misalkan Abu Rizal Bakri selain memiliki perusahaan media Tv One tapi dia juga memiliki perusahaan televisi  ANTV dan media internet Viva News. Lalu kemudian Hary Tanoesodibyo yang memiliki beberapa stasiun televisi di bawah naungan MNC dan juga media onlinenya serta masih banyak lagi pengusaha lainnya yang memiliki media lebih dari 1 jenis.

Melihat fenomena ini masihkah media menjadi pilar ke empat demokrasi di Indonesia? Berdasarkan berita yang masih di peroleh dari IANN News, bahwa dari beribu-ribu media massa tersebut hanya 30 % yang sehat selebihnya bermasalah. Jika dilihat berdasarkan fungsi media sebagai sosial control tentu ini sangat bertentangan. Karena media di Indonesia belum sepenuhnya profesional dan independen.

Apalagi jika kita melihat fenomena sekarang, dimana banyak para pemilik media mulai melirik dunia politik. Sisi dari independenitas media akan terusik karena pastinya akan memihak pada pemilik modal. Berbagai bentuk agenda setting di lakukan oleh media, seolah-olah media tersebut layaknya tunggangan untuk mencapai posisi politik yang paling tinggi. 

Tahun pemilu nasional tinggal sebentar lagi. 2014 sudah hampir di depan mata. Dari sejak jauh-jauh hari sudah mulai banyak pemimpin partai politik sekaligus pemilik media mendeklarasikan diri sebagai presiden. Dengan kepemilikan media oleh mereka, tentu ini tidak akan pernah sehat bagi atmosfer demokrasi Indonesia. Anda bisa bayangkan, apa yang terjadi jika pemilik media tersebut menang dalam pemilu nasional? Secara otomatis medianya akan terangkat serta kemungkinan besar masyrakat akan mengakses berita dari media tersebut.

Pantas jika keadaan politik, ekonomi, keamanan Indonesia tidak pernah stabil. Informasi yang harusnya begitu mudah diperolah dan  dapat di buktikan kebenarannya. Kini seakan-akan informasi itu seperti boneka pinokio yang di gerakkan oleh pawangnya dari atas. kebiasan berita di media kita mulai dipertanyakan! Termasuk keidealisan para pekerja pemburu berita yang kini mulai mengekor pada pemilik modal.

Tidak hanya dilihat dari sisi media yang dimiliki oleh partai politik, tetapi menjelang pemilu ini juga masyarakat harus bisa memilih iklan-iklan yang hadir di media. Saat ini media yang dekat dengan semua lapisan masyarakat adalah televisi. Lewat audivisualnya televisi bisa saja mempengaruhi pandangan dari masyrakat dalam memilih pemimpinnya.

Yang terjadi bahwa apa yang ada di televisi bisa saja di dramatisir. Banyak pencitraan yang dilakukan oleh para aktifis politik untuk meraup hati rakyat. Dengan iklan seperti tayangan peduli banjir,  peduli gempa, pemberian santunan kepada anak yatim dan lain-lain. Seolah kini calon pemimpin itu citranya tergantung dari berita yang di sampaikan oleh media. Dan itu bisa menipu. 

Kita tahu bahwa pada tahun 2009 kemarin, presiden Susilo Bambang Yudhoyono menang dalam pemilu 2009 karena pengaruh iklan yang di tampilkan oleh televisi. Betapa seringnya bapak SBY muncul di hampir seluruh iklan di televisi. Dan berkat bantuan media dia bisa mendulang kesuksesan yang kedua kalinya menjadi presiden Indonesia. 

Tentu menjelang pemilu ini juga media tidak sepenuhnya bisa independen apalagi menyangkut profit yang akan di peroleh dari iklan yang di sematkan oleh para calon, karena biaya yang dikeluarkan oleh calon untuk iklan mereka di media itu lumayan memberikan sisi ekonomis bagi pelaku media massa. 

Ketika media menggembar-gemborkan para penguasa politik yang hanya dilihat dari segi pencitraannya, tidak dari karakter aslinya. Maka, ketika mereka memimpin semuanya akan sirna. Pencitraan itu sesungguhnya hanyalah semu, dan yang tertipu kembali hanyalah masyarakat luas.

Nampaknya keadaan dimana media berkuasa  harus dibatasi. Termasuk para pemilik media tersebut. Bagi kalangan berduit, apapun dapat dilakukan untuk mencapai apa yang diinginkan. Tetapi sebuah negara tidak berpihak hanya pada kalangan berduit saja, tetapi juga masih ada kalangan menengah ke bawah yang perlu disejahterakan. Ketika para calon bersuka cita dengan pencitraanya di media, yang terjadi nantinya adalah si miskin tetap saja miskin. Semuanya tidak mendatangkan pengaruh yang nyata.

Harus ada peraturan khusus yang di tegakkan mengenai kepemilikan media ini. Atau peraturan untuk tidak berpihaknya pada politik. Karena informasi yang benar merupakan hak setiap orang. Jangan sampai media dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang ingin berkuasa. Lalu bagaimana langkah yang bisa diambil masyakarat melihat fenomena ini? Sesungguhnya fatamorgana sesaat ini harus di waspadai, masyarakat harus pintar memilih. Lihatlah calon pemimpin anda dari kehidupan aslinya, dari profil kesehariannya. Lalu bandingkan dengan pencitraanya di televisi. Jangan sepenuhnya percaya terhadap janji politik, pilihlah pemimpin dengan sangat selektif, demi Indonesia yang lebih baik.
 

 
 
 

Kearipan Lokal di Masyarakat Dukuh #Human-interest


Photo ini diambil di daerah Garut tepatnya di kampung islam Dukuh. Kampung ini masih sangat memegang teguh ajaran murni agama islam. Seperti layaknya kampung baduy di Banten, hanya jika baduy tidak memiliki agama (animisme) kalo disini semua penduduknya beragama islam.

Ada banyak kebiasaan yang harus kamu taati dan jangan pernah coba di langgar bila berkunjung ke kampung ini. Mulai dari aturan tidur, aturan mandi, berpakaian, serta aturan memakai alat komunikasi. Yang jelas, sangat menarik dan tidak terlupakan.

diambil dengan Camera Canon 1100D. ISO-500. Ekposure time 1/80 sec. Dan f/ 5.6.
Located #Kampung-Dukuh-Garut

Fire Man 2 #Human-interest



Photo ini diambil saat Festival Bandung Tempo Doeloe. 

Dengan menggunakan camaera Canon EOS 1100D. ISO-3200. Eksposure time 1/15 sec. Dan f/ 5.6.

Strong Woman #Human-interest.


Namanya ibu Titi di usianya yang tidak muda lagi, dia berprofesi sebagai juru parkir di daerah Cilengkrang 2. Setelah suami yang dia nikahi meninggalkan dia tanpa sebab, beban hidupnya memang berat, dia harus menghidupi putra dan putrinya yang masih sekolah, sehingga dengan pekerjaannya sebagai buruh cuci yang hanya di gaji Rp. 200.000 perbulan tidak mencukupi hidupnya dan keluarganya selama sehari-hari. Sehingga dia memutuskan mencari pekerjaan sampingan yakni juru parkir.

Inilah hebatnya perempuan bisa bertahan dalam segala keterbatasan dan beban hidup yang di hadapi. Meski pekerjaan ini tidak biasa, tetapi bisa dilakukan oleh beliau, salah satu emansipasi wanita di zaman modern.  

Tumbuhlah Besar dan Jangan Jadi Pengemis #Human-interest


Hiduplah di kota kamu akan menemukan banyak orang berjuang untuk hidup orang-orang yang setelah hari ini dia bisa makan, lalu dia akan memikirkan apa yang besok akan dia makan kembali atau berpuasa untuk beberapa hari kedepan.
#renungan #human-interest #taken at Braga Street.

Fire Man #Human-interest.


Photo ini diambil di Festival Bandung Tempo Doeloe. Seorang Fire dancer sedang menunjukan keahliannya. 
Menggunakan Canon EOS 1100D. Dengan F/ 5.6. ISO 3200. Eksposure time 1/160 sec.
Bandung 23/03/2013

Senyummu Tak Seindah Jalan yang Kau Pijak #Human-interest



Siang itu di sebuah area pembangungnan, anak kecil sedang berlari kecil mengejar jejak langkah ibunya yang telah lebih dulu darinya.

“Ibu-ibu tungguin”, begitulah kiranya ucapan manja yang terlontar dari mulutnya. Meski jalanan begitu curam karena area pembangunan belum steril, namun begitulah “Anak kecil itu terlihat tak ada masalah dengan itu, sedikitpun”.

Saturday, November 5, 2016

Reinkarnasi Kebaikan & Kejahatan .

"Apa yang kita lakukan di hari ini menentukan masa depan kita"
Pernah mendengar kalimat ini? ternyata ini bukanlah kalimat biasa2 saja yg terangkai menjadi kalimat bijak. Di balik kalimat tersebut ada makna dalam yang terpendam.

Percayakah bahwa, kebaikan dan kejahatan yang kita lakukan berdasarkan dari masa lalu hdp orng lain atau keluarga keturunan kita sebelumnya. 1 kejahatan yang dilakukan dihari ini pada orang lain akan membawa dampak buruk bagi keturunan kita di masa depan (begitupun sebalikny). Dan satu kebaikan yang telah dilakukan oleh garis keturunan kita dimasa lalu, bisa jadi itu yang menjadikan kita baik d masa kini.

Banyak fenomena yang terjadi d masyarakat Misalnya seorang bapak yg hobbynya tukang kawin, itu bisa jadi karena keturunan terdahulunya yang seperti itu. Ntah mungkin garis keturunan sebelumnya atau beberpa dekade silsilah setelahnya.

Jadi saya mulai sadar kehidupan ini bukan untuk di miliki dan di jalani sesuka hati. Setiap runtutan mulai dari masa lalu, masa kini dan masa depan saling terkoneksi atau mungkin pengulangan pengalaman yang bs jadi eyang buyut sy pernah lakukan dulu.

Oleh karena itu bukan suatu keharusan tetapi kesadaran untuk hidup sesuai norma & keyakinan kuat kepada Tuhan, sehingga keberkahan dalam kebaikan yang sempat kita lakukan bisa kita teruskan kepada generasi2 setelahnya.

Dan memohon ampun serta tidak mengulangi kejahatan yang pernah di lakukan kepada orang lain salah satunya agar mencegah garis keturunan di masa depan melakukan itu. 

Terakhir tambahan Quotes menarik di bawah ini.
Hidup kita bukanlah milik kita sendiri dari rahim hingga pusara kita terhubung satu sama lain. Masa lalu dan masa kini. Dan setiap kejahatan dan kebaikan merenkarnasi masa depan kita. #serial-film-could atlas

Tuesday, November 1, 2016

#Renungan

Aku tidak ingin bermusuhan dengan mu, aku tidak ingin menggapmu adalah penyebab dari sebab buruknya diriku, aku tidak ingin menjadikanmu kambing hitam dalam setiap hal yang terjadi. Dan pada akhirnya aku tidak ingin menjauhimu.

Aku tau di dunia ini ada satu hal yang sangat sulit yang ingin ku hindari dari mu yaitu berusaha mengEgoiskan diriku dan menjauhi mu yang selalu berujung aku kembali lagi mendekatimu tp ku mohon, aku sadar adanya kamu tidak akan merubahku jd lebih baik bahkan aku harusnya menekanmu menjaga jarak dariku.

Tapi disamping i sungguh, kamu adalah teman yang jarak nya lebih dekat seperti bayangan, selalu mengikutiku kemanapun. Maka berdamailah dengan ku, dan biarkan segala hal buruk dan semua yang telah kita lewati kita relakan. Berdamailah dengan aku, dan akan ku anggap engkau teman bukan seorang musuh.


Monday, October 31, 2016

No title

Aku sedang sendiri, dan harusnya aku bersyukur tidak ada lagi yang menggangguku.
Aku hanya perlu berkonsentrasi penuh untuk bekerja dan jika alloh menghendaki melanjutkan kuliah hingga ke luar negeri.
Tp, ahh Astagfirulloh kecemburuan itu aku rasakan setelah sekian lama tdk pernah merasa cemburu terhadap laki2, hatiku terasa di bakar dan aku tidak punya upaya bahkan untuk mencoba lebih dekat dengan dia.
Tuhan, ini mengusik pikiranku biarkan dia pergi jika dia tidak baik bagiku, bahkan jika aku tidak pantas baginya.
Dan biarkan seluruh tenaga dan konsentrasiku ku curahkan hanya pada masa depanku, tanpa harus ada yang membebani pikiran hanya karena sekedar cinta.

Saturday, October 29, 2016

Kursus Bahasa Inggris di Pare - Part 1

Gambar kursusan BEC yang terletak di Jalan Anyelir Pare Kediri. 

Hello selamat pagi reader, gimana weekend-nya? pada kesempatan ini saya mau share experinces selama stay di Pare (Kediri- Jatim). Buat yang belum tau, emang ada apa sih di Pare? nah biar di jelaskan sedikit bahwa Pare merupakan salah satu kampung yang terdapat di Kediri Jatim yang mana di kampung ini berdiri kursusan kurang lebih ratusan jumlahnya khususnya kursusan English.

Kita ga memungkiri bahwa di zaman global ini apalagi dengan adanya upaya dari pemerintah berupa pasar bebas global telah berhasil membuka MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang mana hampir di seluruh sektor pekerjaan memerlukan tenaga-tenaga yang se"engganya" bisa English. Ga cuma sektor pekerjaan aja sih, tapi sekarang untuk bidang pendidikan pun semisal akan lulus S-1 atau lanjut studi S-2 kamu harus punya sertifikat TOEFL dengan range score yang udah di tentukan oleh universitas masing-masing.

Oke kita fokus lagi ke Pare, kalo kamu salah satu orang yang pengen nge-improve English kamu sebenernya bisa aja ngeles di kota-kota besar yang ada di sekitar rumahmu. Tetapi kadang waktu di les-lesan itu dibatasi karena dalam seminggu hanya masuk 2 s.d 3 kali saja. Nah kalo kamu punya banyak waktu & pengen belajar intens kamu bisa coba ke sini, soalnya disini jadwalnya padat. Setiap kursusan akan masuk setiap hari terkecuali weekend. Dan ada beberapa kursusan yang dalam sehari bisa masuk lebih dari sekali.

Tapi sebelum kamu mutusin buat kesini ada beberapa hal urgent yang harus kamu pikirkan, biar perjalanan kamu kesini ini ga sia-sia. Why did I say like that? iyah karena beberapa orang lost control dan malah ga bisa dapetin target awal yang mau mereka capai. Ditambah lagi karena disini terlalu banyak kursusan, kamu akan "bingung" kursusan mana yang mau kamu pilih (seperti layaknya kamu punya banyak makanan, kamu bakal laper mata duluan, padahal semua makanan itu g kamu butuhin) So, banyak yang berujung pada salah memilih kursusan.

Jadi buat kamu nih yang pemula banget kesini pertama tentuin target awal kamu pergi ke Pare itu apa? Belajar speaking-kah, grammar-kah, TOEFL atau IELTS atau paket komplit (all of English because I am beginer)  or mungkin pengen jadi master / tutor ? kedua seudah kamu bisa menentukan targetnya, lalu tentuin berapa lama kamu bakal stay disini? berapa lama waktu yang kamu butuhin 1 bulan, 2 bulan atau mungkin 6 bulan dll. Untuk budget, kamu bisa ngontrol budget-nya ketika kamu sudah sampai disini kalo kamu ingin meminimalisir budget, kamu bisa ko makan sehari hanya Rp.15.000 dengan 2 kali makan berat tanpa snack yah (jajan-jajan) karena untuk makanan disini terhitung murah Rp.7000 - 8.000 kamu udah bisa dapet nasi + ayam + sayur di warteg2 yang tersedia asal di bungkus. keempat tentukan kursusan yang kamu incar, nah kalo ini berhubungan dengan target awal mu itu.

Kalo kamu mau ngambil kursusan yang bagus untuk speaking misalnya, kamu bisa daftar di Dafodil, Peace, Eminem (unggul dalam pronounciation), Mr Bob (ngedongkrak PD), ELA, Mr Pepsi, Global atau jika kamu punya waktu sekitar 6 bulan lebih kamu bisa ngambil di BEC karena di BEC ini 2 bulan selanjutnya untuk seluruh member di wajibkan speak English  kalo engga speak English bakal ada sanksi.

Jika kamu mau ngambil kursusan untuk Grammar kamu bisa ngambil di Elfast dari mulai kelas fundamental sampai advance nya, selain itu ada juga Kresna kamu bisa ngambil kelas HP 1 s.d Hp 9 kalo g salah (kursusan ini adalah kursusan paling murah di banding kursusan lainnya di Pare dgn kualitas yang bagus tentunya) ada juga Smart tapi di kursusan ini ga mengenal weekend sebagai jadwal liburnya tergantung tutore.

Kalo kamu mau ngambil kursusan untuk TOEFL kamu bisa ngambil di Elfast disana ada beberapa jenis kelas untuk Toefl diantaranya Pre-Toefl, Toefl Regular dan Camp Toefl. Kamu bisa juga daftar di TEST disana ada pembelajaran Toefl buat pemula cuma disana kamu harus ngambil paket kalo ga salah sampai 2 bulanan include camp nya juga. Ada juga Oxford disana setiap pembelajarannya dari basic sampai tahap advance emang udah di desain buat Toefl jadi ketika kamu bisa mengikuti hampir seluruh tahapannya kamu ga bingung lagi dengan soal Toefl (disediakan juga pembelajaran khusus "trik" jika kamu masuk di kelas Intermediate nya).

Lalu bagaimana kalo pengen mendalami IELTS atau pengen jadi Tutor? nah untuk IELTS dan Tutor kita pending dulu dan akan dilanjutkan di session selanjutnya.  oh iya  Note : kursusan diatas "yang tertulis" hanya berdasarkan testimoni dari orang-orang yang pernah di Pare dan beberapa pengalaman dari penulis it's mean masih banyak kursusan di bidangnya masing-masing yang bagus).Semoga bermanfaat :)