Friday, April 11, 2014

Resensi Film "Tampan Tailor VS The Pursuit of Happyness" (Komparating)



                                                        Keterangan Film
Tampan Tailor  (TT)                                                     The Pursuit Of Happyness (TPH)
Rilis : 28 Maret 2013                                                    Rilis : 15 Desember 2006
Genre : Drama                                                               Genre : Drama
Sutradara : Guntur Soeharjanto                                     Sutradara : Gabrielle Muccino
Penulis Naskah : Alim Sudio                                        Penulis : Steven Conrad
Durasi : 1: 38 menit                                                       Durasi : 109 menit
Produksi : Maxima Picture                                            Produksi : Columbia Picture
Negara : Indonesia                                                         Negara : Amerika

Latar Budaya
Film Tampan Tailor (TT) di angkat dari latar kehidupan masyarakat sederhana yang tinggal di sudut kota. Ini terlihat dari latar view film yang mengabarkan keadaan stasiun kota dan juga perumahan penduduk yang kumuh. Sedangkan film The pursuit of happynes (TPH) menggambarkan keadaan tahun 1981 di San Francisco, California dalam  sebuah keluarga kecil yang hidup di apartemen sederhana. Keduanya merupakan film bergenre mellodrama family.

Yang sama-sama mengangkat permasalahan sederhana tentang kehidupan masyarakat biasa lalu menjadi sukses. Untuk The pursuit of happyness  sendiri merupakan film yang diangkat dari memoir yang ditulis oleh Gardner bersama Quincy Troupe.

Sutradara
Untuk film Tampan tailor di sutradarai oleh Guntur Soeharjanto yang juga merupakan sutradara dari film 99 cahaya di langit eropa, purple love, brandal ciliwung dll. Sedangkan pusuit of happyness di sutradarai oleh Gabrielle Muccino, sutradara kelahiran Roma 46 tahun silam, dan telah menghasilkan belasan film salah satunya seven pound, kiss me again, playing for keeps dll.
 
Penokohan

Penokohan sendiri di film Tampan Tailor menghadirkan aktor kawakan Indonesia yakni Vino G Bastian (Topan) , Ringgo (Darman), Marsya Timothy (Prita), lisye Herliman, dan Jefan Nathanio (Bintang). Dan di film The pusuit of happyness menghadirkan Will smith (Chris Gardner) Jaden Smith (Christopher), Thandi Newton (Linda), Brian Howe (Jay) James Karen (Marthin frohm) dan kurt Fuller (walter ribbon).

Plot
Berbicara masalah plot di kedua film ini, ada banyak kesamaan dan penulis tidak mengerti apakah memang film Tampan tailor terinspirasi dari film pursuit of happynes yang sudah ada sejak 8 tahun yang lalu  atau memang hanya kebetulan saja. Kesamaan itu diantaranya ide cerita yang sama-sama mengenai perjuangan ayah bersama seorang putranya. Bedanya istri dari Topan (Tampan tailor) sudah meninggal karena kanker sedangkan di film TPH Istri chris garbner yang meninggalkan dia bersama anaknya.

Syuting film TT kebanyakan berlokasi di sekitar stasiun bahkan karena tidak memiliki rumah, Topan dan anaknnya pernah bermalam di gerbong kereta api. Sedangkan di film TPH ada beberapa bagian juga dimana film ini mengambil gambar di stasiun tapi sebaliknya Gardner dan anaknya (Christopher) pernah menginap di toilet stasiun

bersambung

Resensi Film Komparating " Tampan Tailor VS The Pursuit of Happyness" Part 2


Segi Konflik

Dari segi konflik, film TT banyak menggambarkan tentang perjuangan Topan yang berganti-ganti profesi dan tempat tinggal. Mulai dari menjadi calo,  buruh bangunan dan starman. Sedangkan di film TPH, Gardner bersama anaknya juga tidak memiliki rumah, berpindah dari 1 penginapan ke penginapan yang lainnya. Namun, Gardner di film ini hanya memiliki 2 profesi yakni sebagai sales penjual scanner dan juga slah satu peserta pelatihan di perusahaan pialang saham.
Lalu ciri khas di kedua film ini ada barang yang sama-sama selalu di bawa. Seperti di film TT, ada plang Tampan Tailor yang di buat oleh istri Topan yang selalu di bawa oleh Bintang. Dan di film TPH ada mesin scanner tulang yang selalu di bawa oleh gardner untuk di tawakran dan dijual kepada rumah sakit.

Sinematografi

Dari segi sinematografi film TPH lebih unggul sedikit dari film TT. Meskipun film TPH di rilis tahun 2006. Mungkin ini karena film TPH lebih variatif dalam pengambilan tempat syuting serta view yang berbeda-beda. Selain itu film TPH kuat dalam pengambilan gambarnya dimana kesibukkan suatu kota besar sangat terlihat. Di film TT view tempatnya biasa saja, lebih terkesan vintage dan di kedua film ini tidak ada cara pengambilan gambar yang khusus karena memang bukan genre action.

Adegan yang berkesan
Ada adegan yang membuat penulis tersentu di film TT yaitu ketika adegan dimana Bintang menjahit topeng yang di berikan oleh ayahnya karena di rusak oleh putranya Darman. Yang juga menjadi sebab Topan memarahi dan memukul Bintang. Esensinya adalah karena Bintang begitu sangat menghargai dan menjaga hal yang di berikan kepadanya. Apalagi jika dihubungkan dengan plang Tampan Tailor selalu di bawa kemanapun. Di film TPH, penulis tersentuh di durasi  1 jam 50 menit dimana James Karen (Menejer perusahaan) memberitahu kepada Gardner bahwa ia diterima  sebagai pegawai di perusahaan tersebut. Dan ketika itu, penulis kembali mengingat flashback tentang perjuangan Gardner dan christopher untuk mengatri selama berjam-jam demi 1 tempat penginapan.




Pesan Moral
Pesan moral yang bisa penonton ambil dari kedua film ini adalah tentang besarnya kasih sayang seorang ayah kepada putranya. Dimana stereotib di masyarkat pengorbanan seorang ibu itu lebih besar dari seorang ayah. Lalu kemudian arti dari kerja keras, lalu menghargai dan menjaga dari setiap yang dimiliki.


Rekomendasi
Kedua film ini patut untuk di tonton, dan anda akan terharu melihatnya.
Di akhir bagian, anda juga bisa menemukan ending yang serupa. Maka dari itu, jika penasaran tonton saja!! NurlaillaKamil