Wednesday, August 21, 2013

Curhat, harapan, impian dan orang-orang dekat

Bismillahirahmanirrahim
Dear heart,

Malam akan terus berganti pagi, hari terus akan berganti minggu, dan minggu terus akan berganti bulan. Sudah sekitar 1 tahun aku mencanangkan impian ku, menggariskannya didalam tulisan terus dan terus memikirkannya. Memikirkan agar impian itu dapat tercapai satu demi satu. Melakukakan apapun dengan langkah yang sekiranya akan mendekatkan jarak impian itu denganku.
Bila perlu. Terus dan terus melatih diri, dari sisi mana kemampuanku yang kurang. Menambal lagi keputusasaan, lalu membuang jauh semua itu menggantikannya dengan harapan (hope). Selalu berusaha membesarkan hati bahwa selama aku terus berdoa dan percaya pada Alloh semuanya akan baik-baik saja.

Tak lupa selain membesarkan hati mungkin juga yang sering aku lakukan adalah membesarkan omongan kepada orang-orang di sekelilingku contohnya seperti mamah, teteh, dan teman dekatku. Bahwa impianku besar teramat besar dan begitu menguras biaya, tenaga, waktu. lalu jika aku sudah berbicara mimpi kepada mamah misalnya, aku akan mengembuskan janji-janji yang seperti angin surga. Berbicara padanya bahwa aku akan membahagiakannya suatu hari nanti.
Doa yang selama ini selalu mengiringiku pun, tidak berubah. Diakhir doa, aku selalu memohon, “Ya Alloh, sampaikan saya pada cita-cita, impian dan harapan saya”, terus seperti itu. hanya terkadang mengalami revisi berupa penambahan.

Owh iya, aku ingin bercerita sedikit tentang pengalaman. Teman yang silih beganti didalam kehidupanku. Tepatnya di tanggal 16 Agustus 2013 ini, setelah saya menyelesaikan les penyiaran, saya bergabung dengan lembaga BIMBEL Bina Talenta Bangsa. Bergabung menjadi bagian dari media di lembaga ini. Disana aku bertemu dengan teh syahrina (seorang wanita muda keturunan cina, batak dan jawa) serta satu lagi ka Saepudin (keturunan sunda asli dari Tasik).

Pada awalnya adanya media di dalam lembaga ini untuk mempromosikan lembaga lewat radio. Namun, setelah di telisik tidak hanya itu. mereka ingin mencakup luas, tapi step by step, lewat radio, televisi lalu membuat majalah. Aku sebagai orang yang baru, merasa kaget dengan langkah maju ini. Tapi mimpi adalah hak milik setiap orang. Impian ka Syahrina dan ka Saepudin besar, percaya bahwa insyaalloh dapat terwujud. Makanya aku bergabung karena mimpiku besar juga sama seperti mereka.

Dari kedua orang ini aku belajar banyak. Misalnya dari teh syahrina, dia merupakan wanita yang berusaia sekitar 27 tahun, tapi pengalamannya di dunia media sudah sangat luas dengan pernah mengecap sebagai reporter, penyiar,administrasi di radio Mora, lalu di radio Line jakarta. Dia bukan wanita biasa, dengan keturunan cina, batak dan jawa yang diwarisi dari orangtuanya menjadikan dia sosok yang disiplin, sakleuk, apa adanya dan amat menghargai tenaga, waktu dan uang. Tak hanya itu, dia juga seorang muallaf. Di sekkitaran komplek dikenal sebagai ustadzah. Bahkan meski muallaf jangan heran gelar S3 nya kini mengambil jurusan Sastra arab di Al-fallah cicalengka.

Lalu orang kedua ada ka Saepudin berusia sekitar 25 tahunan. Mahasiswa jurusan Ilmu Hukum bisnis di Unpad. Meski berasal dari jurusan hukum ternyata kepeduliannya tentang pendidikan begitu besar. Sehingga dia dari sejak tahun 2007 mulai membangun BIMBEL Batasa. Anak muda yang menarik, diwujudkan dalam action-action yang real.
Dari kedua orang ini semoga saya bisa belajar banyak, selain itu menambah teman bahkan keluarga. Mudah-mudahan relasiku di batasa berlangsung lama,baik, lancar dan makin menambah pengalaman.

Ga lupa juga, buat “dia” laki-laki yang selalu mengantar saya kemanapun. Yang selalu mengingatkan saya, memberi saran, memberi coklat, eskrim, terimakasih sekali untuk perhatiannya. Aku udah tau dari sejak dulu, bahwa rasa sayang yang dia miliki besar untukku. Malam ini aku berdoa dan menangis, semoga dia selalu sehat, selalu semakin bertambah kebaikakkannya, ke solehannya, selalu bertambah rejekinya. Dan terahir di jauhkan Alloh dari segala marabahaya. Semoga Alloh selalu melindungi kamu yah, orang yang baik teramat baik....

Thursday, August 1, 2013

Mamah dan Bapak


Sore blogger, apa kabar? Rasanya sudah lama aku ga menyapa kamu lagi. Di sore yang cerah ini 31 Juli 2013, aku senang sekali dapat kembali menulis. Ga tau kenapa, rasa-rasanya aku merasa sangat produktif dikala aku  menulis. Aku tau semua pemikiran, perkataan terkadang tak mudah untuk di utarakan dan menulis menjadi solusinya. Blogger, di tulisan kali ini, aku ingin berbagi kisah manis dengan kamu.

Berbagi cerita manis tentang keluargaku. Dengan kehadiran sosok baru dalam keluarga kami. Bapak tiri tepatnya. Di  ramadhan sekarang aku memanfaatkan separuh dari bulan ramadhan di rumah. Senang rasanya dapat berkumpul dengan Bapak dan Mamah. Mamahku terutama. Beliau adalah harapan aku untuk terus bermimpi, untuk terus hidup, untuk terus semangat. Kamu sendiri gimana?


Orangtua, bagiku adalah prioritas Number One. Bahkan sebelum aku menginginkan sesuatu. Begitu besar pengaruh mereka dalam hidupku, sehingga memang benar bahwa mereka merupakan “Keramat yang bernyawa”. Hehehe. )*Serem nih istilahnya*(
Bapak tiriku. Entah lah kadang aku tidak ingin menyebutnya bapak tiri. Terasa terdengar sangat kasar. Tapi ini hanya untuk meruntutkan ceritaku saja, bahwa kehadirannya yang kurang lebih sudah selama 2 tahunan ini  memberi goresan pelangi di keluarga kami.
Aku yang dulu merupakan sosok peragu, penakut, karena takut meniggalkan mamahku. Akhirnya bisa tenang karena menemukan sosok dimana aku menitipkan mamah pada orang yang benar.
Teman, percayakah bahwa setiap moment itu berbicara?? Berbicara pada hati kita bahwa aku senang ada di moment itu. tapi kadang-kadang ada juga yang berujar bahwa aku sedih berada di momen itu.
Maaf teman, tulisan ini sebenarnya aga sedikit rancu. Tapi, aku sungguh ingin mengungkapkannya pada kamu. Bahwa aku bahagia dengan kebersamaan keluargaku kini.dan aku Ingin mencoba mempraktekkan apa yang tidak bisa terucap itu bisa diucapkan oleh jari. Setuju kah??
Intinya bahwa kebersamaan ini tidak ingin untuk diakhiri. Aku ingin mereka hidup berdua sampai tua kelak. Aku ingin mereka melihatku sukses. Aku ingin mereka melihatku menikah. Aku ingin mereka menimang anakku.

Sosok bapak tiri, ini sangat baik bagiku. Dia menjadi teladan yang baik bagi keluarga kami. Bahkan mungkin kebaikan ku yang dulu hanya untuk mamah sudah ku bagi ruangnya dengan bapakku. Dengan membelikan hal-hal kecil untuknya.Namun teman, kadang aku juga merasa sedih.  Andai, dia yang menerima itu adalah sosok almarhum ayahku. Aku pasti akan sangat menyayanginya. Aku ingin bermanja lagi dengan beliau. aku akan mengutarakan impian langitku padanya. Tapi pasti, aku akan takut ketika melihat matanya marah padaku.

 

Owh, aku rindu dia. Almarhum ayahku.

Didalam curhatanku kepada sang khalik aku selalu berdoa, “Ya Alloh ampunilah segala dosa-dosa ayah hamba beserta ibunda hamba. Sehatkanlah mereka, panjangkanlah umurnya. Berikanlah mereka rejeki yang halal dan berlimpah agar keduanya dapat menunaikan ibadah haji / umroh. Ya Alloh, ampunilah juga almarhum ayah hamba beserta kakek-kakek dan nenek-nenek hamba, tempatkan mereka disisi_Mu bersama orang orang yang sholeh. Dan jauhkanlah mereka dari siksa Kubur.amin”.
Penggalan doa di setiap sholatku.