Wednesday, October 17, 2012

Ini tentang Mimpi, titik




    Mimpi bagiku adalah sebuah pilihan hidup. Karena  kita sebagai manusia di berikan 1000 pilihan mimpi atau lebih oleh Alloh, dan mimpiku ketika SMA adalah menjadi seorang Jurnalis. Semua itu berawal dari kisah perjuangan hebat pewarta dari Tv One yang diculik oleh Israel M. Yasin, aku merasa mengaguminya, sebagai wartawan dia sangat berani mengambil tugas untuk ditempatkan di Palestina yang pada waktu itu sedang terjadi konflik perang dengan Israel. Dan dia menjadi tawanan tentara Israel karena tertangkap.
        Persepsiku pada waktu itu bahwa, Jurnalis itu HEBAT. Dia yang mempunyai kemampuan untuk mengabarkan kepada dunia luar apa yang sebenarnya terjadi, bukan mengangkat issu yang murah, tapi  mengangkat issu yang real terjadi dalam suatu peristiwa. Dan pada saat itulah, aku tambatkan hatiku untuk menjadi seorang JURNALIS.
Aku yakin bahwa dengan menjadi Jurnlis, aku bisa menjadi bagian dari para pewarta yasin-yasin yang lain. Yang  berani, mengabdi dan mengabarkan kabar yang sebenarnya. Aku tau, setiap langkah yang aku lakukan mempunyai resikonya, dan kuliah sebagai jalan awal tangga –tangga kecilku untuk meraih mimpi sebagai jurnalis. Tepat keluar dari SMA, aku utarakan maksud hati ini kepada Ibunda bahwa aku anakmu ini sebagai perempuan ingin menjadi Seorang pewarta Berita. Aku menjelaskan padanya bahwa aku tidak seperti perempuan pedesaan lainnya, yang menginginkan bekerja sebagai guru, dan kemudian menjadi PNS. Aku ingin berpetualang mengetahui dunia luar yang terasa asing bagiku, karena aku percaya menjadi jurnalis akan mengantarkanku dengan dunia luar itu.
“Ibu, mungkin nanti aku tidak akan menjadi PNS seperti apa yang selalu kau elu-elukan tentang mereka yang sukses menjadi PNS, aku juga tidak akan menjadi guru perempuan yang rapih dan cantik. Tapi, aku lebih memilih menjadi seorang jurnalis, yang siap menjadi jurnalis di manapun dan kapanpun aku berada, aku juga mungkin akan jauh darimu setelah aku bekerja, tidak seperti layaknya seorang guru yang masih melimpah kesempatannya di kampungku, bolehkan aku memilih ini ibu?”
        Kurang lebih seperti itulah, aku mengutarakan dan menjelaskan mimpiku untuk menjadi seorang jurnalis kepada Ibu, dan aku mendapatkan restunya.  Beliau membebaskan aku untuk memilih impianku memilih jalan hidupku. Dan karena itu juga aku sangat-sangat mencintai ibuku.
    Perjalanankupun terasa ringan, aku percaya itu semua karena doanya. Setelah sekarang ditempa menjadi sosok jurnalis, aku dihadapkan dengan hal-hal baru. Deatline, update, kritis, relasi, wawasan, dan hal-hal lainnya yang itu semua perlu diperhatikan oleh seorang jurnlis. Aku memang baru masuk kedunia ini, catatan-catatan penaku pun belum berlembar-lembar hanya sebatas coretan hasil wawancara dari segelintir orang. Dari berbagai praktek yang aku lakukan itu. Aku  tau, bahwa seorang jurnalis juga akan lebih mengetahui kehidupan masyarakat tidak hanya kaum jetset tapi juga kaum dhuafa,miskin yang kurang beruntung lainnya. Dengan menjadi jurnalis mengharuskan aku siap seperti Bunglon,  tiba-tiba harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan para petinggi, namun disisi lain harus siap untuk empati melihat keadaan masyarakat disisi lainnya.
           Pernah seorang dosen bertutur bahwa dunia bisa dirubah hanya dengan tulisan, tak perlu orasi, tak perlu retorika dunia ini bisa dirubah hanya dengan pena dan pemikiran kita. Dan aku percaya bahwa memang benar, dengan tulisan para ahli ilmu islam seperti avicena yang tulisannya dijadikan pedoman ilmu kedokteran Eropa.
Apapun yang terjadi sekarang dan nanti ini tentang impianku, dan aku tidak menyesal jika suatu hari nanti aku menjadi jurnalis. Nurlailla kamil

Monday, October 8, 2012

: “Kegamangan Jurnalisme Online”



Di Era serba canggih ini, sebagaimana menurut McLunch (1964) bahwa dunia akan menjadi the big village  yaitu sebuah desa yang besar dimana masyarakat saling kenal dan menyapa satu dengan yang lainnya. Ini terbukti sekarang dengan adanya jaringan yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Masyarakatpun kebanyakan  sudah berubah menjadi golongan CyberComunitty yaitu Komunitas manusia yang telah hidup dalam dua dunia kehidupan yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya.

Kita yang berada di Indonesia dengan mudah dapat mengetahui kabar kerabat yang berada di  Amerika serta dapat melihatnya secara langsung, tentunya dengan kecanggihan Internet. Dan itulah yang sedang terjadi dengan pola silaturahmi yang modern ini. Apalagi jika kita mengaitkannya dengan perkembangan era informasi yang lebih canggih dari itu. Sebut saja Era Jurnalisme Online atau jurnalisme Daring (dalam jaringan),,bukan Dering yagh..:D

Masyarakat di abad ke 21 ini, sudah begitu mencapai level kesempurnaan dalam teknologinya, semuanya dapat mudah tersaji secara Online sekaligus Instan, yang hanya dengan menggerakkan jari, tinggal “klik” maka informasi yang diperlukan dalam hitungan detik sudah sampai ke meja kerja kita. Begitupun dengan Informasi Online, jika dulu kita mengenal majalah, Koran, televise, film, radio sebagai media komunikasi massa maka bagaimana dengan Jurnalisme internet yang terkesan up to date dalam penyampaian informasinya?
Banyak yang meragukan dengan keabsahan Internet ini, apakah sebagai salah satu dari bagian Komunikasi massa, atau bukan?

Jika dilihat dari Buku Ilmu Komunikasi Teori dan praktek karangan Prof Drs, Onong Uchjana Effendy, M.A bahwa cirri-ciri komunikasi massa itu ada lima yaitu:
a)      Komunikasi massa berlangsung satu arah (one way communication) artinya tidak terdapat arus balik komunikan kepada komunikator ketika komunikasi itu berlangsung. Diperjelas dalam buku Sosiologi Komunikasi karangan Prof Bungin bahwa, jika terjadi interaktif antara komunikan dan komunikator tersebut maka, proses komunikasi (balik) yang disampaikan oleh komunikan kepada komunikator itu sifatnya sangat terbatas, sehingga tetap saja didominasi oleh komunikator.
b)      Komunikasi melembaga (organized communication) artinya komunikator yang menyampaikan informasi dia berada dibawah naungan lembaga yang formal dalam tugas penyampaian informasi kepada masyarakat luas, sehingga dia tidak bergerak sendiri dalam menyampaikan informasinya, melainkan dibantu oleh pihak-pihak yang lain. Contoh, didalam Lembaga surat kabar terdapat Tim Redaksi, dan didalam Radio dan Televisi ada tim kerja berdasarkan Jobnya masing-masing.
c)       Pesan  yang disampaikan bersifat umum, ini terjadi karena ditujukan kepada umum untuk kepentingan umum, Jadi tidak ditujukan kepada perseorangan atau kepada sekelompok tertentu. Yang penting dalam point ini adalah, terkadang masyarakat juga menganggap semua bentuk media massa local baik itu dalam bentuk TV, Koran, Radio dll,juga termasuk dari contoh komunikasi massa, itu kurang tepat. Karena sebenarnya segala informasi yang bersifat lokal tersebut dibatasi oleh wilayah dan cakupan masyarakat yang menerimanya, terkadang masyarakat di wilayah lain tidak mengetahui. Maka dari itu ini disebut bentuk komunikasi nirmassa.
d)      Media komunikasi menimbulkan keserempakan artinya bahwa ketika informasi itu disampaikan maka seluruh elemen masyarkat mengetahui tentang informasi tersebut,lalu bagimana dengan Koran atau penonton film?? Bagi Negara berkembang seperti Indonesia Koran hanya dibaca sekitar 15000 eksemplar saja, dan itu masih kurang untuk mencapai keserempakkan. Tetapi berbeda dengan di Negara maju seperti Amerika jumlah pelanggan Koran bisa mencapai 20.000.000 sampai dengan 30.000.000 eksemplar setiap harinya, maka dari itu mereka dapat dikatakan serempak membaca Koran setiap harinya.
e)      Komunikan bersifat heterogen. Target komunikasi media massa adalah mereka khalayak umum, berbeda dari segi agama, ras, usia, budaya,profesi  dan bahkan tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan komunikator. Sehingga dengan begitu komunikasi dapat diterima oleh semua lapaisan masyarakat yang mejemuk.

Yang menjadi perbedaan pendapat dari para kalangan ilmu komunikasi adalah, “apakah produk informasi online/jurnalisme online merupakan bentuk dari komunikasi massa atau bukan?”
Jika dilihat dari cirri-ciri komunikasi massa diatas, sudah jelas bahwa media seperti Koran, majalah, TV, Radio, film juga termasuk bentuk komunikasi massa karena elemen dari komunikasi massa ada didalamnya, lalu jika dihubungkan dengan produk jurnalisme online yang terkesan cepat itu masih banyak perbedaaan pendapat, yaitu terdapat di hampir semua point:
1.       Komunikasi melembaga, produk yang terdapat di internet kebanyakan dikelola oleh individual termasuk hal-hal interested-nya, pertanyaannya lalu bagaimana dengan produk mainstream News Site? seperti detik.com. Karena dari sejak kemunculannya ini sudah menjadi produk jurnalisme online dan pastinya melembaga hanya saja produknya berupa online.
2.       Kebanyakan orang membuka internet untuk melakukan proses social network dengan membuka fb, ym, twiter ataupun blog, dan pesan yang mereka sampaikan bersifat pribadi, tidak ada kepentingannya dengan khalayak umum. Lalu bagaimana dengan blog?? Yang terkadang menyajikan berita atau informasi yang umum? Memang benar, tetapi blog dikelola oleh perseorangan, bukan lembaga.
3.       Ketika kita menyampaikan informasi lewat online, apakah semua masyarakat tahu tentang ini? Begitupun yang terjadi pada Mainstream News site seperti detik.com, karena tidak semua masyarakat di pedesaan memilki internet.

Jadi kesimpulannya bahwa, masih banyak terdapat perbedaan pendapat mengenai jurnalisme online ini, karena bisa termasuk komunikasi massa atau bahkan tidak, jika dilihat dari ciri-ciri komunikasi massa diatas!

:Antara Syariat Islam dan Pancasila?


Indonesia sudah terkenal sebagai Negara yang penganut agama Islamnya paling banyak didunia, mengalahkan bangsa Arab yang merupakan bangsa nenek moyang tempat Rasululloh lahir. Namun, walaupun Indonesia merupakan mayoritas muslim terbesar tetapi, Negara ini tidak mendirikan penegakkan hukumnya ataupun aturannya berdasarkan system Syariah Islam. Ini dikarenakan kemajemukan dari berbagai lapisan masyarkat yang berada di Indonesia, yang tersusun dari berbagai macam agama diantaranya Kristen, Hindu, budha, Konghuchu, Islam, dan Protestan. Lalu, ditopang juga olah berbagai jenis suku yang ada dari sabang sampai merauke.

Maka dengan alasan itu mungkin, para pahlawan tidak menjadikan Indonesia sebagai Negara berbasis syariah islam, namun tetap Esensi dari berbagai peraturan hukum dan penyelenggaraanya dimasuki oleh unsur-unsur syariah islam.

Tapi, semua konsekuensi yang diambil oleh para pahlawan kita pada zaman dahulu ini, pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya.
Diantara kekurangannya adalah :
1.       Banyak bermunculan para aktivis yang melakukan kudeta untuk menjatuhkan pola ideology Negara ini dengan merubah pancasila berdasarkan hukum syariat islam, seperti  adanya para anggota NII (Negara Islam Indonesia) yang di proklamirkan pada tanggal 7 Agustus 1949, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap Indonesia yang dasar negaranya adalah pancasila. Sampai sekarang masih banyak gerakkan semacam itu, dan peristiwa yang paling besar dilakukkan oleh para pemberontak itu adalah Bom Bali. Dalam tahap kecil mereka bergerak menjadi gerakan bawah tanah. Memperkenalkan gerakknya lewat sekolah universitas, dll.
2.       Dampak dari tidak dilakasnakannya syariat islam yang berdasarkan kemashlahatan umat ini yaitu sampai saat ini, Indonesia masih menjadi Negara berkembang, dilihat dari system ekonomi kita lebih berkiblat pada barat, sehingga kekayaan negeri ini tidak merata. Didalam gerakkan perpolitikkan, banyak para petinggi negeri ini yang melakukan korupsi karena lemahnya penegakkan hukum di Indonesia.

Kelebihan Indonesia menegakan dasar Negara Pancasila yaitu :
Negara Indonesia menjadi Negara yang penuh dengan toleransi terhadap siapapun karena dengan mendahulukan motto semboyan kita “Bhinekka Tunggal Ika”. Sehingga para pihak asing banyak yang menanamkan bentuk investasinya di Negeri ini.
Dalam hal ini, penulis tidak berniat untuk merendahakan dasar Negara Pancasila, karena sejauh ini berdasarkan Konstitusi, tidak ada kekurangan didalamnya. Hanya saja, titik lemahnya para apartur yang tidak cakap memimpin dengan berlandaskan Pancasila.

Sunday, October 7, 2012

Lg Males Nulis,,Dan Tulisan Geje.!! :@

Hmm, engga tau apa yang aku rasain malem ini, berasa maleeeeeeeesss banget buat nulis. Padahal kalo buat ide sih udah ada yang mau ditulisnya..

Ya begitulah,,kaya di gambar itu, persisnya.
Seminggu kemarin aku mulai menambatkan dan menyematkan kedalam hati, kalo aku harus nulis.
Aku harus suka dan cinta ama nulis.

 It's Ok, itu bisa aku jalani dan beberapa tulisanku Lending dengan baik di Blogku tercinta ini.

Butt,, Now,,
ngerasa MUMET banget, ga tau kenapa??
tapi kayanya sigh gara-gara ada bisikan didalam hati, kalo aku harus nulis itu, dan aku harus bisa tembus ikut acara itu dengan tulisan aku.. hmmm
terlalu ambisius mungkin yah??
Maaf yagh Nurlll....
Aku terlalu ngemaksain diri biar bisa ikutan acara itu lewat tulisanku.. dan belum tentu juga padahalmah masuk berapa besar juga, cuman aku ingin mengetahui seberapa jauh aku bisa nulis, gitu doang sigh.!

Come On.. jangan menyerah Kamil,,, semangat lagi,,
duh, rempong nigh,, klo mood nya belum nyadar semmua, tapi deatline udah didepan mata??waaahh,,wkwkwk

Kaya gini kali yagh jadi penulis tugh,, harus nunggu mood dlu,, lagh tapi gimana kalo moodnya dateng seminggu atau sebulan sekali??wuiiihhhhh repot juga yawhh??

Tapi, kalo moodnya lagi enjoy aja buat nulis,, wuihhh itu ide dateng semua walupun ga diundang juga, kata-kata tugh kaya mengalir deras dari pikiranku..
Kaya ujan di padang yang gersang,,,liat tulisan tugh,, enak dibacanya juga,,

tapi, klo tulisan ini magh,, cukup aku,Nurl, Kamil, dan kamu doang yagh yg tau ga usah bilang siapa2.
Namanya juga tulisan buat nyadarin moodku biar, Byuaarr nulissssss lg..^^

Jawaban Atas Tempat Sampah Itu

Ketika hari kamis lalu (04/10) saya menulis Opini ttg "Kapan Ada Tempat Sampah?" 
Dan itu kemudian terjawab sehari setelah pengedaran selembaran yang mempertanyakan tentang tempat sampah di UIN.

      Tetapi nampaknya, ini bukanlah tempat sampah yang disediakan oleh pihak Universitas, karena mungkin untuk apa pihak Universitas harus menangani hal sepele seperti ketiadaan tempat sampah misalnya?
Tentu itu menjadi masalah yang ke seratus kian berapa,, untuk ditangani.

      Saya kembali merasa salut, atas sesuatu yang dilakukan oleh segelintir orang-orang ini, dan tetap dengan ketidaktauan siapa mereka!
Hanya saja, dengan adanya tempat sampah yang berwarna Pink dan tulisan di Pilok biru ini cukup, memberitahukan bahwa Anak-anak Hubungan Masyarakat yang membuatnya.
       Gerakan kecil yang semoga kedepannya dapat diikuti oleh seluruh Mahasiswa UIN umumnya ini. 
Saya dapat menangkap makna bahwa hal terkecil apa yang dapat kita lakukan, maka lakukanlah dari pada tidak pernah sama sekali melakukannya, apalagi ini demi kepentingan umum.
Dan semoga tong sampah Pink ini dapat berguna, menggugah nurani kita,bahwa lihatlah lingkungan ini, siapa lagi yang akan menjaganya kalo bukan kita!

Friday, October 5, 2012

Apa itu MyZone? - myzone.okezone.com

Apa itu MyZone? - myzone.okezone.com
ANDALAH YANG MEMBERITAKAN!
Internet membuat penyampaian informasi menjadi semakin cepat. Rentang waktu untuk menghantarkan berita dari suatu tempat ke seluruh penjuru dunia semakin pendek. Tak perlu menunggu hingga esok hari, informasi bisa dikirim dan diterima saat ini juga.
Perkembangan teknologi pun membawa tren baru di dunia industri komunikasi, dengan hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi massa tradisional. Hal tersebut memberikan pilihan kepada khalayak untuk memilih informasi sesuai selera mereka, baik bersifat visual, audio, data, dan lain sebagainya.
Media berbasis internet memiliki beberapa karakteristik kunci, salah satunya adalah ruang bagi publik yang semakin terbuka luas. Internet telah menciptakan ruang publik (public space) baru, bahkan lebih jauh dari itu, sebuah lingkungan publik (public sphere) baru bagi masyarakat maya.
Public sphere merupakan bagian dari teori demokrasi moderen, di mana ada kesempatan berpartisipasi yang lebih kepada masyarakat untuk mengekspresikan ide-idenya lebih jauh, dan menghadirkan pola dialektika yang baru. Public sphere adalah bagian dari kehidupan sosial, di mana setiap orang dapat saling berargumentasi mengenai berbagai masalah yang dihadapi bersama-sama.
Selama ini peran mencari dan menyampaikan berita dilakukan oleh para jurnalis profesional. Namun dengan hadirnya internet dengan segala fasilitas interaksinya, siapapun bisa menjadi reporter. Pada kondisi semacam ini, jurnalisme telah bergerak menuju jurnalisme dua arah. Publik tidak lagi sekadar menjadi konsumen, melainkan prosumen, sebuah persilangan antara konsumen dan produsen.
Jurnalisme warga (citizen journalism) juga dikenal dengan jurnalisme partisipatif. Merupakan aktivitas masyarakat biasa –nonjurnalis– dalam mengumpulkan, melaporkan, menganalisa, dan menyebarkan berita dan informasi. Mengenai istilah, banyak yang menyebutnya dengan jurnalisme open source, netizen, media warga (citizen media), dan jurnalisme berjaringan (networked journalism).
Masyarakat, dalam ruang yang disediakan, menjadi pewarta atas peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Mereka juga bisa melakukan lebih jauh, layaknya yang dilakukan jurnalis profesional, seperti mewawancarai tokoh, membuat feature, opini, foto, merekam gambar bergerak, ataupun tulisan yang sifatnya analisis.
Itulah yang mendasari kami untuk menghadirkan sebuah lingkungan baru bagi Anda, dengan menghadirkan layanan ini: MyZone. Di MyZone, Anda bisa mengirimkan berbagai karya, baik tulisan, foto, atau sekadar berbagi informasi singkat dengan sesama pengguna internet.
Myzone yang notabene adalah citizen Jurnalism sepenuhnya menjadi milik Anda. Namun tulisan yang dikirim harus menanggalkan unsur sara, pornographi, menghujat, menghasut, dan tindakan lain yang melanggar hukum dan norma yang berlaku di Indonesia.
Setiap tulisan, foto dan video yang sudah dipublikasikan di Myzone, sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim. Pihak okezone hanya sebatas memberikan ruang kepada warga untuk berbagi informasi.
Di MyZone, Anda juga bisa menjadi wartawan…