Sunday, April 9, 2017

Lima Bulan Mencari Jodoh



Ada yang bilang kalo jodoh, maut, rejeki itu Alloh yang tentuin. Dari sana pernah juga saya dengar kalo kerjan itu ‘jodoh-jodohan’ karena ada beberapa orang yang seminggu nganggur dia langsung kerja, ada yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun baru ketemu dengan jodohnya ‘si kerja-an’ itu.

Sedikit merefresh kebelakang 10 Desember 2015 saya berpikir, ‘kayanya kalo udah bisa bahasa inggris, lancar ngomong bahasa inggris gampang dapet kerja’ sesumbar saya waktu itu. Nyatanya BELUM BERUNTUNG !  karena skor saya masih kecil buat berani ngambil TOEFL.

10 November 2016 hari dimana saya balik dari jawa (Pare Kediri) dan saat itulah saya resmi ‘pengangguran’. Memangnya di jawa kerja? Ga! Saya belajar bahasa Inggris dan setiap harinya selalu diisi dengan materi-materi bahasa Inggris, sehingga bisa katakan saya seorang pelajar disana.

Jauh sebelum kepulangan saya ke rumah di tanggal tersebut, saya udah melamar kerja via email. Ada beberapa yang meminta saya untuk menghadiri interview, hanya keinginan untuk belajar TOEFL belum terpenuhi, sehingga saya tolak. Begitu sampai rumah saya langsung lamar sana-sini via email, pos, dan aplikasi penyedia loker. Selang seminggu di rumah ada perusahaan media menyuruh saya untuk datang interview, saya pun menyanggupi tapi namanya memang bukan rejeki, mendadak saat pengumuman lolos tidaknya handphone saya malah non aktif.

Semakin besar keinginan saya untuk bekerja, ada rasa penyesalan, kemarahan, dan penyalahan diri sejak teledornya saya waktu itu. Nasihat dan kritikan datang dari sana-sini. Saya coba resapi setiap masukan dari orang terdekat saya. Menguatkan diri yang sempat hilang arah karena tak kunjung di pertemukan dengan jalannya.

Dulu pas kuliah saya sering berkata seperti ini kepada sahabat saya ‘kapan yah kita bilang lagi di kantor, kapan yah ngerasain gajian?’ padahal dari sejak kuliah saya adalah orang yang paling getol nyari loker karena sempat kepikiran pengen freelance.

Berjalanlah waktu dari 10 November,10 Desember, 10 Januari, 10 Februari, hingga 10 Maret. Kapan kunjung datangnya jodoh saya? Sementara usaha saya tidak main-main untuk dapat kerja. Lewat nyari informasi dilinkedIn, lamaran via aplikasi loker seperti hiredtoday, jobstreet, jobdb.com, karir.com, loker.id, jobindo.com dan jobs.id. Belum lagi saya add semua akun penyedia loker di Instagram, facebook, dan twitter. Tiap harinya 5-10 lamaran saya kirim per-via aplikasi penyedia loker, belum via email, pos dan beberapa job fair yang sempet diikuti. Mungkin kurang lebih 300 ratusan lebih lamaran udah saya coba, karena di akun jobstreet saja udah tembus 143.

Pernah saat itu saya bingung dari beratus-ratus lamaran yang saya kirim hanya beberapa yang meminta saya untuk datang interview. Apa yang salah? Beberapa kali desain CV dan Surat lamaran saya perbaiki, format pengiriman pesan pun saya atur sedemikian rupa supaya HRD tidak sulit mensubmit data saya. Alhasil dari perbaikan tersebut ada yang menyatakan tertarik dan menginterview saya.

Waktu itu juga saya sulit berpijak pada pendirian sendiri, padahal pas pertama melamar kerja fokus saya hanya ingin kerja di media (titik), meskipun saya merasa kehawatiran dan ketidakyakinan kerja di Media karena bagi saya sekarang menjadi pekerjaan yang subhat (beberapa media lebih condong pada politik dan saya hanya ingin bekerja pada media yang netral tidak condong pada siapapun). Kegagalan-kegagalan di beberapa media seperti Bloomberg TV, Dream.com, Detik.com, Mediavista hingga seleksi Net TV membuat saya semakin tidak yakin saya bisa bekerja di bidang saya.

Hingga sebulanan lebih saya tinggal di Bogor kakak saya menyarankan untuk tidak banyak memilih pekerjaan dan perusahaan. Lamarlah apapun itu jadi Customer Service, Admin, Marketing, supervisor, call center, editor, guru, photografer dan lain-lain. Target tempat kerjapun saya ubah dari yang tadinya di Bandung, menjadi Bogor, Jakarta bahkan Cirebon.

Perasaan saya sangat sensitif, sangat rapuh dan mudah menangis. Tetapi saya coba sekuat mungkin berhusnudzhon kepada Alloh bahwa memang belum waktunya saya kerja, dia tau yang terbaik buat saya.

Alhamdulillah wasyukurilah, meski dalam keadaan terpuruk, kerjaan tidak punya, uang tidak ada, saya masih bisa berucap syukur atas hadirnya keluarga yang sangat sportif. Mamah yang mengerti keadaan anaknya, setia mendengarkan keluh kesah saya, dan dia juga yang banyak mengeluarkan materi dalam proses interview saya disana-sini, teteh Eka dan suami yang mau menampung saya untuk tinggal sementara di Bogor mencari kerja serta Aa-aa saya yang masih sempat ngasih ampau buat bekal saya. Kalau saya tidak memiliki mereka, saya tidak akan merasa masih beruntung di tengah kesulitan saya.

Lewat interview juga saya jadi tau tempat-tempat di ibukota. Saya jadi tau gedung Trans Tv, kantor Dream di Tebet, UI depok, Sentul City pas seleksi Net Tv, kantor Mediavista di Jakarta Timur, Media trust Jakarta Barat, Bloomberg tv Cipete Jaksel, Pharos di cabang Bogor.

Saya juga hampir kena tipu 3 kali di perusahaan yang meminta saya untuk interview, ada yang harus kirim duit dulu di transfer (waktu itu ngaku perusahaan minyak arab saudi) ada yang harus datang interview dengan posisi berbeda dalam lamaran saya dll.  

Hingga akhirnya di perusahaan yang ke 9 disebuah media online yang membahas tentang karir, saya menjalani sesi interview dan test tulis. Udah nothing to lose (pasrah) aja sih waktu itu karena saya baru sadar tulisan saya lebay seudah keluar test. Dan saya ga PD diterima karena terbiasa di tolak terus. Hingga selang 2 hari saya di beri tahu kalo saya lolos disana dan berharap bisa kerja di tanggal 24 Maret.

Puji Tuhan, 5 bulan saya menunggu, ihtiar sana-sini. Bahkan sebelumnya  study hard untuk seleksi Net Tv tapi sayangnya saya gagal di proses ke-2. Meski perusahaan saya kecil, tapi saya tidak melihat perusahaan itu. Prinsip saya adalah mengabdi pada profesi saya (jurnalis) karena saya percaya setiap perusahaan kecil juga akan menjadi besar pada waktunya jika setiap stake holder  bekerja sungguh- sungguh.

Hingga sampai sekarang seperti yang di bilang Pak Wishnu Utama CEO Net Tv “saya tidak tau peran ini yang memilih saya atau saya yang memilih peran ini”. Saya hanya ingin menjalani sesuai rule Tuhan.

Catatan : Buat yang sekarang lagi nyari kerja, tetap semangat meskipun itu berat saya tau dan pernah merasakan. Ingat aja kalo setiap orang punya zona waktunya masing-masing dan beda-beda. Jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Lebih mendekatkan lagi ke Yang Diatas lewat amalan seperti sholat dhuha, ngaji, sholat tahajud dan jangan tinggal sholat wajib. Mungkin di waktu nganggur itulah saatnya kamu buat deket sama keluarga, intinya ambil sisi positifnya aja. 

Wednesday, March 8, 2017

Society Riweuh

Menurut kamus bahasa Inggris society artinya : masyarakat; perkumpulan; perhimpunan atau lembaga. Sedangkan kata riweuh asal kata bahasa Sunda yang menurut KBBI Online artinya adalah ribet, sama dengan rempong. Kenapa tema ini coba diangkat? Berawal dari keresahan saya sebagai masyarakat, society kita ini mudah bergejolak, mudah riuh dan mudah keruh dengan suatu fenomena sosial yang terjadi.

Taruhlah tentang berita Pilkada DKI yang berawal dari bola panas ucapan group petahana yang mulai membuat diferensiasi kita terlihat jelas. Ada dua kubu bermunculan dalam hal ini,  yakni society pro dan kontra. Keduanya riweuh mempertahankan argumen, bahkan sebagian society beraksi lewat demo akbar beberapa kali  hingga di buat hingar bingar meme yang turut memeriahkan keriuhan media sosial belakangan kemarin.

Menjelang seminggu kedatangan Raja Salman menjadi tranding topic media di tanah air, semua orang jika melihat berita di tv atau internet akan tertarik dengan riweuhnya persiapan menyambut tamu kenegaraan tersebut, betapa tidak karena baru kali ini hubungan bilateral antar bangsa menghadirkan tamu sebanyak 1500 orang, terlebih dalam 1500 orang tersebut terselip beberapa pangeran yang sudah santer diberitakan oleh media-media di Indonesia.

Tak hanya satu media yang membahas tentang ketampanan, kemapanan, bahkan kecerdasan pangeran pangeran itu. Serempak. ! Itulah yang bisa saya tangkap dari beberapa media yang sama sama mengangkat tema yang identik. Dengan memajang photo disertai berita yang mungkin dikutip dari media Arab langsung, sebelum kedatangan mereka (pangeran pangeran) telah di elu-elukan, bahkan kocaknya society kita ini rajin bikin meme (lagi). Hingga beberapa hari setelah raja tiba, barulah tersiar kabar bahwa photo- photo yang dianggap sebagai pangeran tersebut dinyatakan keliru karena ternyata dia adalah seorang aktor dari Pakistan.

Mereda isu tentang Raja Salman kini giliran isu kedatangan pendakwah terkenal Dr Zakir Naik yang juga sempat bersalaman dan bertemu dengan wapres. Kebetulan komikus Ernest Prakarsa mengkritisi kedatangan Dr Zakir lewat laman Twitternya dan  mengetweet bahwa Dr Zakir Naik salah satu orang yang mendanai teroris ISIS.  Karena tweetnya inilah banyak masyarakat yang terusik, wabilhusus umat muslim, ketersinggunan itulah yang merembet pada pemboikotan produk Iklan Tolak Angin hingga pihak dari Sido muncul sendiri harus memutus kontrak dengan yang bersangkutan. 

Dalam tiga kasus yang saya utarakan diatas berbeda-beda tetapi menuai reaksi yang gegap gempita, heboh, keras, pedas, bahkan beberapa kasus bisa dikatakan tega. Setiap manusia tidak pernah ada yang sempurna, akan ada selalu kekurangan, kehilafan yang menyertainya. Keberadaan media sosial dan media massa saat ini ibarat kompor dengan minyak tanah. Satu orang berbuat salah di media sosial siap-siap dia akan membakar habis dirinya sendiri.

Apakah ini merupakan sikap kritis atau cerdas? saya rasa sebelum kita mengkritisi sesuatu ada baiknya merefleksikan kekritisan tersebut dalam diri kita sendiri (bertabayun dalam islam) kalau perlu berdiskusi dengan orang yang lebih paham. Jangan sampai mereka yang tidak tahu bagaimana hukumnya, turut vokal dan ikut-ikutan sehingga yang harusnya di pandang wajar (toh namanya manusia banyak kekurangan) hingga sampai di pandang sangat hina hanya karena penilaian masyarakat yang entah itu mengarah kepada kebenaran atau tidak.

Sekarang ini peribahasa mulai berubah bukan lagi mulutmu harimaumu, tetapi jarimu harimaumu. Keriuhan yang terjadi diantara society ini bisa di hindari jika setiap masyarakat tidak bersikap riweuh. Ada banyak hal yang sebenarnya society kita harus  pikirkan ketimbang isu-isu yang merebak di media sosial. 

Sebagai masyarakat kita perlu belajar tentang bagaimana menanamkan kedewasaan, dan ketenangan berpikir. Sehingga apapun yang terjadi di sekitar kita lebih baik merenung terlebih dahulu hingga kemudian bersikap. Keriweuhan yang terjadi di masyarakat ini akan sangat tidak baik dampaknya apalagi untuk pendewasaan kita sebagai suatu masyarakat yang siap maju. Bukan kah adanya konflik atau perbedaan bukan sebagai tantangan? tapi sebagai bahan diskusi dan pemikiran bersama, sehinga satu sama lain bisa saling menyelaraskan dengan yang lainnya. 

Rasululloh dulu menyebarkan ajaran agama dengan halus, tanpa kekerasan. Ada baiknya kita dalam menyikapi apapun yang terkait agama kita pun dengan halus dan tutur kata yang baik. Agar tidak di cap hanya sekedar riweuh bahkan radikal. Wallohu alam. 

Saturday, March 4, 2017

I Won't Give up by Jazon Mraz


copyright : thebeautyblender.com 

When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or beautiful sunrise
There's so much they hold

And just like them old stars
I see that you have come so far
to be right where you are
How old is your soul?

I won't give up on us
even if the sky get rough
I'm giving you all my love
I am still looking up

And you are needing your space
to do some navigating
I' ll be here, patiently waiting
to see what you find

Cause even the stars they burn
some even fall to the earth
We got a lot to learn
God knows we're worth it

No, I won't give up
I don't want to be someone
who walks away so easily
I am here to stay
and make the difference that I can make
Our difference they do a lot to teach us
how to use the tools and gifts we got
yeah we got a lot at stake

and in the end you are still my friend
at least we did intend for us to work
we didn't break, we didn't burn
we had to learn how to bend
without  the world, caving in
I had to learn, what I''ve got
and what I am not, and who I am

I won't give up on us
even if the sky get rough
I am giving you all my love
I am still looking up

Well I won't give up on us
God know I am tough, he knows
I am tough, I am love
We got a lot to learn
We 're life we're love
God know we're worth it.
and we're worth it.



















Sunday, February 26, 2017

Interview Calon Karyawan Detikcom dan Trans Corp

Awalnya Detikcom itu milik perusahaan Agranet Multicitra Siberkom sudah beroperasi sejak 9 Juli 1998 yang di rintis oleh 3 orang wartawan pada masa itu yaitu : Pak Budiono Darsono, Yayan Sopyan, dan Abdul Rahman. Tapi pada 3 Juli 2011 perusahaan CT Corp atau Trans Corp mengakuisisi saham Agranet secara resmi ( open Wikipedia about Detikcom). 
Sebenarnya, Detikcom buat saya sudah tidak asing lagi karena penelitian skripsi kemarin mengharuskan saya mengambil data di gedung Aldevco kantor redaksi Detikcom di daerah Pejaten Jakarta Selatan. Tadinya saya pikir saya bakal di interview di sana, karena mengingat semua pusat kegiatan detik disana tetapi malah di gedung Trans Tv di jalan Mampang Prapatan.
Copyright : Jobstreet.com

Menurut teman yang saya temui di acara interview kemarin, bilang kalo sebenarnya kantor Detikcom seluruhnya bakal berpindah ke gedung Trans Tv. Kepindahan itu mungkin ada sebabnya dengan penggantian Pimpinan Redaksi (pemred) di detik yang kini sudah tidak di jabat oleh pak Budiono Darsono dan dipindah tangankan pada Bu Iin ( atau siapa saya lupa lagi, maaf).
Dan berdasarkan informasi yang saya baca di internet, pak Budi sekarang diminta untuk menghandle media baru yaitu kumparan. Yah namanya juga pekerjaan, perusahaan yang di besarin sendiri kalau sudah kebeli sama orang lain tidak akan sama lagi Bahkan pendirinya bisa aja keluar dari perusahaan tersebut dengan berbagai sebab. Ini persis seperti nasihat yang teman saya ucapakan " Kalau kamu kerja, jangan cintai perusahaannya tapi cintailah pekerjaannya".
Disini saya mengerti kalau perusahaan yang dirintis sendiripun ga akan selamanya jadi milik kita. Eh terlalu jauh yah, intermezzonya. Oke balik lagi ke topik diatasi, jadi pada 23 Februari 2017 itu saya diminta untuk interview di Detikcom dengan posisi reporter. Sebelum hari H saya sebenarnya udah cari informasi tentang proses interview di Detikcom atau d Trans Tv. Dan akhirnya beberapa info yang saya dapat di internet diijabah juga pas hari H. Hanya sayang, beberapa info di internet ga begitu mendetail. Sehingga jujur saya kurang persiapan untuk itu.
Baca di riview jobplanet sih katanya interview Detikcom mudah malah banyak yang keterima tapi kenapa rasanya kemarin sulit dan ribet yah? Saya rasa itu semua karena proses rekruitmennya disamakan dengan proses rekruitmen karyawan Trans Tv. Jadi sedikit  sulit dan harus melalui beberapa tahapan. Tahapannya diantaranya :
  • Tahap proses Psikotes di bagian ini kamu bakal di test sebanyak 5-6 kali soal psikotes diantaranya soal the most and the least, soal nyari huruf yang sama, soal selisih yang paling besar, soal selisih huruf yang paling besar, soal menarik kesimpulan dan terkahir soal imajinasi huruf R yang terbalik, berapa banyak yang paling cocok.
  • Setelah menghabiskan waktu dengan seabreg pertanyaan pertanyaan psikotes yang membingungkan itu, dilanjut sama proses interview, awalnya saya kira bakal interview sama user ternyata interview sama HRD yang tadi sempat ngurusin kita. Setiap orangnya di interview sebanyak 30 menit lebih atau seenaknya HRD ngobrol sama kita.Berbagai pertanyaan terlontar dari mba HRD dan lagi-lagi saya kurang bisa menjawab pertanyaan dengan puas. Terutama tentang pertanyaan prestasi apa yang akan kamu berikan kepada Detikcom kalo kamu terpilih sebagai karyawan? Apa tujuanmu ingin bekerja di detik? Kenapa kamu ingin jadi jurnalis? Apa kamu punya kendaraan? dan ntahlah hanya keberuntungan yang bisa menolong saya, untuk bisa tembus ke tahap selanjutnya. Yaitu 
  • Interview dengan user sekaligus tes tulis. Yang mungkin saja terdiri dari tes tulis transkip wawancara bahasa Indonesia dan mentranslitkan tulisan bahasa Inggris merubahnya menjadi berita. 
  • Dan terkahir jika kamu terpilih adalah tahap pemerikasaan kesehatan.
Itulah tahapan proses interview di detikcom saat ini atau bisa di garis besarkan tahapan proses interview di Trans Tv. Oh ya dari sana juga saya menemukan banyak teman baru, para jurnalis yang sudah senior yang sudah malangmelintang didunia perjurnalisan. Diantara dari mereka ada yang sudah 5-7 tahun berpengalaman menjadi pekerja publikasi. Dan mereka tidak muda lagi, berbekal pengalaman yang banyak, tekad mereka bersaing dengan saya yang masih anak bombay ini. Hiks. Tak apalah rejeki ga akan kemana yahh. Semoga. Semangkaaaa...


Bumi yang Mulai Mengeluh

Akhir- akhir ini hujan semakin deras tercurah ke bumi pertiwi, bukan karena kering tetapi air hujan seperti tidak terfilter lagi jatuh di wilayah Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan akan berakhir pada April 2017. Dan sepertinya seluruh wilayah di Indonesia sedang mengalami curah hujan yang besar. 

Ada kecenderungan bahwa, musim penghujan ini bukan lagi berkah bagi penghuni bumi yang sebagian kecilnya bermukim di Indonesia. Bumi mungkin telah lelah, sedang ingin berkeluh kesah pada tiap-tiap bencana yang terjadi. Terhitung dari sejak November 2016 sampai sekarang Februari 2017 saja sudah 6-7 kali bencan terjadi di kota tempat saya dilahirkan, Majalengka.

Jalan amblas sudah 2 kali di 2 lokasi yang berbeda, banjir sedang 1 kali dan terakhir pada 15 Februari 2017 terjadi banjir besar (katakanlah bandang) dikarenakan banyak tanggul yang tidak mampu menahan debit air yang jatuh ke lemah cai kampung halaman saya. Orangtua bahkan kaka ipar di buat ketakutan dan hawatir. Meski ini bukan pertama kalinya banjir mampir ke rumah saya, tetapi ini pertama kalinya air banjir memaksa masuk ke dalam rumah, sehingga mengakibatkan semua barang, semua furniture bahkan beberapa dokumen penting raib,luntur bahkan rusak karena air yang sudah bercampur dengan ladu (tanah sawah). 
Banjir besar yang menimpa Desa Kasturi (persis keadaan di depan rumah saya) sumber : Facebook
Mamah pun di rumah, hampir seminggu lebih berjuang untuk memulihkan kembali keadaan rumah, membuatnya cukup payah dan lelah membereskan tiap-tiap lumpur yang masih tertinggal di tembok-tembok ataupun masuk ke dalam almari pakaian. Selang 2 hari sesudah terjadinya banjir, (lagi) jalan amblas di daerah Kawah Manuk Kuningan Jawa Barat, meski itu bukan daerah saya tetapi jalan amblas dengan lebar 15 meter itu berpengaruh bagi roda ekonomi di area yang di lewati menuju daerah Cikijing, Ciamis dan Tasik. Jalan nasional satu-satunya yang paling dekat menjangkau daerah Cikijing, Ciamis jika kamu baru pulang dari daerah Cirebon. Menurut petugas resmi perbaikan jalan, akan memakan waktu sampai menjelang bulan ramadhan untuk memugar kembali sehingga layak untuk digunakan. 


Jalan Amblas di Desa Kawahmanuk kuningan, selebar 15 meter. sumber : Tribunnewsjabar.com
Awalnya saya kira dan bertanya-tanya kenapa kini bencana banyak terajdi di desa? ternyata ga lama dari itu banjir menyerbu daerah Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Banyak rumah terendam tetapi sedikit korban jiwa. Bumi sudah tak seramah dulu, atau manusianya yang sudah kepalang jahat sehingga bencana berbalik pada siapa yang jahat? Bumi mungkin hanya sedang mengeluh seperti manusia dia juga ingin di mengerti, bukan dengan cara yang salah mengartikan tapi memahami dengan bathin, kebaikan alam akan menjaga kita. Amin... 

Thursday, February 16, 2017

Ragam Proses Interview di Beberapa Perusahaan

Copyright : www.theartofcharm.com

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang proses wawancara / interview yang telah saya lewati di beberapa perusahaan. Adapun perusahaannya yaitu perusahaan media, perusahaan PR (Public Relation) hingga perusahaan game. Kenapa berbeda beda? Karena fokus saya selama mencari pengalaman kerja tidak hanya berpatok di bidang jurnalis tetapi juga di bidang konsultan, content writer, skripwriter, assistant supervisor, admin social media, call center bahkan customer service. Namun hingga saat ini rejeki dari langit belum memanggil saya untuk menemukan pekerjaan yang cocok. Berikut beberapa perusahaan tersebut :

1. Trinaya Media Bloomberg TV perusahaan yang bergerak dalam bidang majalah seperti majalah kartini, elle dll kini mencoba peruntungan dengan membuat perusahaan televisi, yang dimana bloomberg tv sendiri merupakan perusahaan tv milik USA yang berisi tentang konten perkembangan ekonomi dan saham. Proses interview  langsung dengan user dengan proses yang mudah sekadar ngobrol bertukar opini tentang perkembangan media massa saat ini, menanyakan tentang berita baru terupdate serta pengalaman dan kegiatan selama belum bekerja. Durasi proses interview kurang lebih sekitar 15 menit mengingat banyak juga yg di interview saat itu. Proses menunggu konfirmasi di terima/ gagal selama 2 Minggu. Dan saya kebetulan di telpon kembali oleh HRD nya hanya sayangnya saat itu Hp saya tidak aktif sehingga tdk menerima informasi secara lengkap dan  ketika saya coba tanya kan lagi via sms HRD sudah tidak memberi saya informasi, akhirnya di biarkan gagal begitu saja.

2. Mediatrust salah satu perusahaan yang bergerak dalam jasa konsultasi public relation bagi perusahaan yang ingin / akan menerapkan pelatihan kehumasan dalam perusahaannya.Interview untuk posisi Junior Consultant. Pada saat itu yang di wawancara dalam proses interview hanya sedikit. Prosesnya cukup sulit karena bidang yang ditanyakan menyangkut bidang Pr yg bukan sama sekali bidang yang saya kenal 100%, selain itu harus fasih berbahasa Inggris meskipun saya rasa HRD usernya juga tidak terlalu fasih dalam berbicara bahasa Inggris. Setelah beres interview di berikan tugas sebanyak 6 buah artikel untuk meringkas berita kedalam bahasa Inggris dan dua lainnya membuat press realease dalam bahasa Inggris. Proses menunggu dari interview ini selama 2 Minggu dan masih kurang beruntung

3. MP Games perusahaan pembuat aplikasi babe dan website jalantikus.com untuk bagian Content Writer, ada dua tahap interview namun karena berhubung proses interview berlangsung sore hari  sedangkan yang peserta yang di interview banyak sehingga hanya melewati satu tahap proses interview yakni test psikotes gambar bangun. Sedangkan tahap interview  dengan user gagal karena tidak ada kabar setelahnya.

4. Dream.co.id anak perusahaan dari media KLN (Kapanlagi network.com) dibagian reporter. Proses interview di dream cukup mudah sebatas sharing pengalaman serta menegaskan cara kerja di dream. Menegaskan tentang kemauan menjadi seorang jurnalis serta resiko yang di alami seorang jurnalis. Pada tahap interview inilah saya merasa mendalam karena pembicaraan sudah mengarah pada gaji, tunjangan, proses kerja, dll. Setelah proses interview tersebut di lanjutkan dengan test tulis yang diambil dari transkip wawancara yang harus di rubah menjadi berita serta mentranslitkan berita dari bahasa Inggris kedalam bahasa Indonesia. Proses menuggu gagal/ lolos selama 1 minggu terhitung dari tanggal 10/02/2017. Dan sekarang saya masih menunggu kabar baik tersebut setelah banyak kegagalan saya lewati. Semoga rejekinya disana. 

ODOJ Sebagai Pelopor Komunitas Mengaji


Komunitas yang telah berdiri cukup lama ODOJ ( One Day One Juzz) menjadi salah satu pelopor komunitas mengaji  di samping adanya komunitas serupa One Day One Ayat dan komunitas al-quraan lainnya. Arie Lestari sebagai admin di komunitas ini mengatakan bahwa setiap member yang bergabung dalam ODOJ awalnya akan merasa terbebani mengingat harus menuntaskan satu Juzz setiap hari. 

Dia juga menambahkan bahwa rasa keterpakasaan itu lah yang lama-lama menjadi terbiasa dan lambat laun menjadi kebutuhan. Tidak hanya saling meningatkan tentang kebaikan dalam membaca alquran dari forum ini juga beberapa member telah menemukan jodoh hingga ke jenjang pernikahan. 

Trik yang ia bagikan sebagai salah satu member lama yang bergabung di ODOJ untuk mengejar 1 juzz satu hari yaitu dengan konsistensi dan memanfaatkan waktu longgar untuk membaca al-quran. Kini komunitas ini telah di ikuti oleh berbagai kalangan baik dari kaum rumah tangga, terpelajar dan professional.- di kutip berdasarkan hasil transkip wawancara dari dream.co id